Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
Peristiwa
18 jam yang lalu
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
2
Tahun Ajaran Baru, DPR Dukung Pembelajaran Tetap Jarak Jauh
Politik
19 jam yang lalu
Tahun Ajaran Baru, DPR Dukung Pembelajaran Tetap Jarak Jauh
3
Bamsoet: Sektor Pariwisata Akan Pulih dengan Menerapkan Protokol Kesehatan
Politik
19 jam yang lalu
Bamsoet: Sektor Pariwisata Akan Pulih dengan Menerapkan Protokol Kesehatan
4
Sebelum Kader IMM Bergerak, Ade Armando Diminta Segera Minta Maaf ke Din Syamsuddin
Peristiwa
17 jam yang lalu
Sebelum Kader IMM Bergerak, Ade Armando Diminta Segera Minta Maaf ke Din Syamsuddin
5
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
6
Fauzi Amro Desak Aparat Penegak Hukum Bongkar Mafia Testil di Bea Cukai
Politik
18 jam yang lalu
Fauzi Amro Desak Aparat Penegak Hukum Bongkar Mafia Testil di Bea Cukai

Sebelum Beli Makanan dan Obat-obatan, Periksa Dulu Lewat Aplikasi Cek BPOM, Begini Caranya

Sebelum Beli Makanan dan Obat-obatan, Periksa Dulu Lewat Aplikasi Cek BPOM, Begini Caranya
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM Mayagustina Andarini. (gatra.com)
Kamis, 15 November 2018 14:23 WIB
JAKARTA - Sebelum membeli produk makanan, minuman dan obat-obatan, masyarakat diimbau memeriksa terlebih dulu izin edar produk tersebut melalui aplikasi Cek BPOM.

''Aplikasi ini bisa didapatkan di android, appstore,'' kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM Mayagustina Andarini, usai Public Warning 2018 'Kosmetika Ilegal dan atau mengandung bahan dilarang atau bahan berbahaya dan obat tradisional ilegal atau mengandung bahan kimia obat,' di Jakarta, seperti dikutip dari reublika.co.id.

Mayagustina meminta masyarakat mengunduhnya dan kemudian memasukkan nama produk atau izin edarnya. Kemudian, masyarakat bisa mengecek apakah produk ini ada di database BPOM.

''Jika ada (keterangannya) berarti memang sudah terdaftar. Sedangkan kalau tidak ada, berarti nomor palsu atau nomor fiktif,'' ujarnya.

Kalaupun terlihat ada nomor izin edarnya tetapi ternyata tidak terdaftar dalam database BPOM, ia menyebut produsen tersebut membuat sendiri nomor palsu dan kemudian dicantumkan seolah-olah izin edar asli. BPOM terus melakukan edukasi yaitu dengan meminta masyarakat hati-hati sebelum membeli.

''Cek dulu untuk meyakinkan produk tersebut sudah didaftarkan (ke BPOM),'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww