Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
MPR RI
22 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
2
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
MPR RI
21 jam yang lalu
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
3
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Politik
21 jam yang lalu
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
4
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
Olahraga
21 jam yang lalu
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
5
Kemendes PDTT Diharap Libatkan Universitas Awasi BLT Desa
DPR RI
18 jam yang lalu
Kemendes PDTT Diharap Libatkan Universitas Awasi BLT Desa
6
Garuda Siapkan 'Service Recovery' pasca Pembatalan Penerbangan WNI dari Abu Dhabi
Ekonomi
17 jam yang lalu
Garuda Siapkan Service Recovery pasca Pembatalan Penerbangan WNI dari Abu Dhabi

Beredar Foto Kartu Nikah Poligami, Begini Penjelasan Kemenag

Beredar Foto Kartu Nikah Poligami, Begini Penjelasan Kemenag
Kartu nikah. (dream)
Sabtu, 17 November 2018 07:29 WIB
JAKARTA - Foto kartu nikah berwarna kuning dengan kolom empat istri (poligami) beredar di media sosial. Terkait hal itu, pihak Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa Kemenag tidak menerbitkan kartu model itu.

''Itu bukan bentuk kartu nikah yang kami keluarkan. Itu hoaks,'' kata Kasubdit Mutu Sarpras dan Sistem Informasi KUA Anwar Saadi di Jakarta, Jumat (16/11), seperti dikutip dari merdeka.com.

Dia mengatakan, kartu nikah yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama memiliki warna dasar hijau dengan campuran kuning. Sementara pada bagian atas kartu bertuliskan kop Kementerian Agama.

Selain itu, di bagian tengah terdapat tiga kotak yang terdiri dua kolom atas berjajar berisi foto pasangan pengantin. Selanjutnya, di bagian belakang kartu nikah itu terdapat terjemahan ayat Al Quran, Surat Ar Rum ayat 21.

Di bagian bawah kartu, terdapat cap hologram Menteri Agama Republik Indonesia disertai tahun pembuatan kartu. Di kotak bagian bawah kolom kode batang (barcode) berisi sandi data riwayat peristiwa nikah pemilik yang bisa dipindai menggunakan aplikasi ponsel cerdas.

Data dalam kode batang itu tersinkronisasi dengan data pada Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah). Ia juga menegaskan bahwa dalam kartu nikah tersebut tidak ada kolom istri kedua dan seterusnya.

''Jadi di kartu tersebut, hanya tersedia kolom foto bagi sepasang pengantin. Satu suami dan satu istri,'' kata dia.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww