Waketum PPP Nilai Pernyataan Ketum PSI Tolak Perda Syariah Berpotensi Memecah-belah dan Meresahkan

Waketum PPP Nilai Pernyataan Ketum PSI Tolak Perda Syariah Berpotensi Memecah-belah dan Meresahkan
Ketua Umum PSI Grace Natalie. (int)
Sabtu, 17 November 2018 07:58 WIB
JAKARTA - Beberapa hari lalu Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyatakan, bila berhasil menduduki kursi legislatif, PSI akan menolak semua peraturan daerah (Perda) yang berdasarkan agama, baik Perda syariah maupun Injil. Menurut Grace, Perda agama berpotensi membuat Indonesia seperti Suriah.

Dikutip dari republika.co.id, Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP M Arwani Thomafi menilai pernyataan Ketum PSI itu mencerminkan ketidaktahuannya tentang sejarah dan hukum di Indonesia.

Menurut Arwani, para pendiri bangsa sudah sepakat bahwa aturan di bawah Undang-Undang Dasar (UUD) NRI Tahun 1945 bisa mengatur atau mengadopsi hukum keagamaan. ''Adopsi hukum agama (syariah), baik pada tingkat UU maupun perda, sesungguhnya merupakan pencerminan negara hukum Pancasila yang dijiwai semangat Ketuhanan Yang Maha Esa,'' kata Arwani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (16/11).

Menurut dia, sepanjang UU dan Perda itu dibentuk berdasarkan prosedur legislasi yang benar sesuai dengan aturan maka harus diterima sebagai bagian hukum nasional atau daerah. ''Bahkan, saat ini sebenarnya sudah banyak UU atau perda bernuansa agama yang sudah dinikmati masyarakat Indonesia,'' kata Arwani.

Ia mencontohkan pemberlakukan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang merupakan bentuk terbaik dari adopsi hukum agama syariah dalam hukum positif negara. Undang-Undang Perkawinan terbukti berjalan baik dan tetap dalam semangat NKRI. UU ini membuat perkawinan bisa dilakukan menurut agama masing-masing, kata Arwani.

''Sikap PSI ini menunjukkan ketidaktahuan terhadap sistem hukum nasional. Dalam titik ini, sikap politik PSI justru lebih ekstrem dibanding kebijakan politik hukum era kolonial yang dalam dinamikanya mengakui eksistensi hukum Islam di Indonesia,'' katanya.

Menurut Arwani, pernyataan politik PSI itu juga berpotensi memecah-belah serta menimbulkan keresahan di masyarakat. Bahkan, pernyataan itu bisa disebut ingin mencerabut akar Indonesia dari genetika negara berketuhanan. 

''PSI ahistoris dalam melihat sejarah berdirinya NKRI melalui rapat BPUPKI, PPKI, serta dinamika politik saat kemerdekaan,'' kata Arwani

Arwani menegaskan PPP selama ini menjadi partai yang memperjuangkan syariah secara konstitusional. Selain UU Perkawinan, PPP juga berada di garda terdepan pada lahirnya UU No. 7/1974 tentang Penertiban Perjudian, UU No. 38/1999 tentang Pengelolaan Zakat, UU No. 44/2008 tentang Pornografi, dan lainnya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Suara Prabowo di TPS 7 Cilowong Ditambah 600 pada Situng KPU
GoNews Minta Maruf Amin Mundur Sebagai Capres, MUI Sorong: Untuk Hindari Dosa Lebih Besar
GoNews KawalPemilu Temukan C1 Diubah Sebelum Masuk Situng KPU, Terjadi di Jatim, Aceh, DKI dan Bengkulu, Semua Rugikan 02
GoNews C1 TPS 04 Banjar Talela Dicoret Sebelum Diunggah ke Website KPU, Semua Suara Prabowo Dipindahkan ke Jokowi
GoNews Pada C1 TPS 09 Demang Sari Suara Jokowi 104, di Website KPU Ditulis 704
GoNews Pria Ini Tuduh Mantan Pacar Sengaja Hancurkan Organ Intimnya Saat Berhubungan
GoNews Dirut PLN Sofyan Basir Jadi Tersangka Kasus Korupsi PLTU Riau 1
GoNews Sandi Tegaskan Tak Akan Menjabat Wagub DKI Lagi
GoNews Suara Jokowi di TPS 04 Petak Kaja 183, pada Website KPU Ditulis 1.833, Ditambah 1.650 Suara
GoNews KPU Salah Input, Suara Jokowi dan Prabowo Menggelembung di TPS 13 Wargamekar
GoNews Perolehan Suara di TPS 03 Taba Ditukar, pada C1 Prabowo 146, Jokowi 45, di Data KPU Sebaliknya
GoNews Bakar Kotak dan Surat Suara, Caleg PDIP Ditangkap Saat Bersembunyi
GoNews Bowo Sidik Akui Terima Suap Rp2 M dari Mendag untuk Amankan Permendag Gula Rafinasi
GoNews KPU Salah Input, Suara Prabowo di TPS 30 Bojongsari Ditulis 3, Jokowi 211, Padahal Prabowo 148, Jokowi 63
GoNews Di 2 TPS Ini Suara Prabowo Dikurangi 200, Jokowi Ditambah 500, Kesalahan Belum Diperbaiki KPU
GoNews Pada C1 TPS 18 Malakasari Prabowo Dapat Suara 130, Jokowi 53, di Situng KPU Tertulis Prabowo Hanya 30, Jokowi 553
GoNews Prabowo Peroleh 506 Suara di TPS 016 Bangil, Sempat Diragukan Kawalpemilu, Ternyata Valid
GoNews Jumlah Korban Teror Bom di Sri Lanka Bertambah, 207 Orang Tewas dan 450 Terluka
wwwwww