Loading...    
           

Berdasarkan Data Grafik Kotak Hitam, Ini Penyebab Jatuhnya Lion Air JT 610

Berdasarkan Data Grafik Kotak Hitam, Ini Penyebab Jatuhnya Lion Air JT 610
Puing badan pesawat Lion Air JT 610. (tribunnews)
Jum'at, 23 November 2018 16:49 WIB
JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyimpulkan, penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang 29 Oktober lalu adalah hilangnya daya angkat dan terjadinya masalah pada penunjuk kecepatan antara kapten pilot dan kopilot.

Dikutip dari republika.co.id, kesimpulan itu berdasarkan data grafik dari kotak hitam atau blackbox flight data recorder (FDR) pesawat naas tersebut.

Kepala Subkomite Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan, saat pesawat Lion Air JT 610 mulai bergerak setelah lepas landas, terjadi perbedaan penunjukan kecepatan angle of attack (AoA) indikator milik kapten dan kopilot.

''Jadi, pada saat pesawat mulai bergerak, mulai terjadi perbedaan penunjukan kecepatan antara kapten dan kopilot. Angle of attack indikator sejak mulai dari pesawat bergerak sudah terlihat ada perbedaan antara kiri dan kanan, di mana indikator yang kanan lebih tinggi dari pada yang kiri,'' kata Nurcahyo dalam rapat kerja Komisi V DPR dengan Kementerian Perhubungan, Basarnas, dan jajaran lainnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11).

Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10), setelah lepas landas dari Jakarta. Hingga saat ini, petugas masih mengidentifikasi 189 penumpang dan awak pesawat yang menjadi korban.

Menurut Nurcahyo, grafik dari FDR mencatat dan menunjukkan pesawat mengalami stall, yaitu keadaan pesawat yang kehilangan daya angkat sehingga tidak sanggup lagi melayang di udara mengakibatkannya jatuh dari ketinggian dan tidak terkendali.

Saat itu, kemudian stick shaker bekerja membuat sisi kemudi kapten pilot bergetar untuk mengingatkan pesawat akan stall atau kehilangan daya angkat.

''Saat menjelang terbang, di sini tercatat bahwa ada garis merah di sini yang menunjukkan pesawat mengalami stall atau stick shaker. Jadi, itu adalah kemudinya di sisi kapten mulai bergetar. Ini adalah indikasi yang menunjukkan pesawat akan alami stall atau kehilangan daya angkat,'' kata Nurcahyo.

Nurcahyo mengatakan, grafik pesawat saat itu tetap terbang, dengan sempat turun sedikit kemudian naik lagi. Saat itu, pesawat berada di ketinggian 5.000 kaki atau 1.524 meter. Akibat pembacaan AoA yang kacau tersebut, mekanisme stabilizer trim atau alat untuk menurunkan hidung pesawat itu secara otomatis bekerja.

''Kemungkinan disebabkan angle of attack di tempatnya kapten yang berwarna merah ini menunjukkan 20 derajat lebih tinggi dan kemudian memacu terjadinya stick shaker mengindikasikan ke pilot bahwa pesawat akan stall kemudian automatic system atau MCAS menggerakkan pesawat untuk turun,'' kata Nurcahyo.

Namun, pergerakan MCAS tersebut dilawan oleh pilot penerbangan berdasakan parameter yang tampak dari grafik, yakni trim down pesawat dilawan pilot dengan trim up pesawat. Hal ini di lakukan pilot hingga akhir penerbangan sebelum jatuh.

''Parameter yang tengah biru tengah ini menunjukkan berapa total trim yang terjadi, setelah trim down angkanya turun dilawan oleh pilotnya trim up, lalu kemudian kira-kira angkanya di angka lima sepertinya ini angka di mana beban kendala pilot nyaman di angka lima. Apabila angkanya makin kecil maka beban semakin berat,'' kata dia.

Dia mengatakan, tercatat dalam grafik, pada akhir-akhir penerbangan, automatic trim terus bertambah. Namun, trim yang dilawan pilot itu durasinya makin pendek. ''Akhirnya jumlah trim-nya makin lama mengecil dan beban di kemudi jadi berat, kemudian pesawat turun,'' ujar Nurcahyo.

Nurcahyo menyatakan, data grafik tidak menunjukkan adanya masalah dalam indikator masalah di penerbangan Lion Air JT-610. Dari data mesin yang diperoleh, hampir semua penunjuk mesin antara mesin kiri, dalam hal ini parameter berwarna biru, dan mesin kanan yang berwarna merah menunjukkan angka yang konsisten. ''Jadi, kami bisa simpulkan mesin tidak menjadi kendala dalam penerbangan ini,'' kata dia.

Nurcahyo mengatakan, hasil pembacaan blackbox FDR juga akan disampaikan ke publik pada 28 November mendatang. Sebab, sesuai dengan ketentuan, 30 hari setelah kejadian, laporan awal harus disampaikan.

Saat ini, KNKT masih terus mencari cockpit voice recorder (CVR) dari kotak hitam atau blackbox pesawat Lion Air JT-610. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyebut, CVR yang berisi komunikasi di ruang kokpit penting untuk menunjang data-data penyelidikan kecelakaan pesawat tersebut.

''Komunikasi dan suara-suara yang terjadi di dalam cukup penting menunjang data-data yang kami dapatkan di FDR maupun wawancara atau data-data dari ATC karenanya kami tetap berusaha menemukan CVR,'' ujar Soerjanto. Ia menilai data CVR juga menyangkut kredibilitas negara untuk mencegah kecelakaan kembali terjadi.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Log Book Lion Air JT 610 Sudah Rusak dalam Penerbangan Denpasar-Jakarta
GoNews Lolos dari Musibah Lion Air JT 610, Saiful Rahman Sujud Syukur di Masjid Agung Palembang
GoNews Basarnas Menduga Badan Pesawat Lion Air JT 610 Pecah dan Berkeping karena Benturan Keras
GoNews Orangtua Tak Mampu Beli Susu, Bayi Perempuan di Polman Minum Kopi Tubruk 5 Gelas Sehari, Begini Kondisinya
GoNews Terobos Kobaran Api Selamatkan Kakeknya, Bocah 6 Tahun Tewas Terbakar, Negara Berikan Medali Keberanian
GoNews 8 Tewas Akibat Bus Tabrak Truk Tangki di Lintas Sumatera, Ini Identitas Korban
GoNews Polisi Tertelungkup di Atas Kap Mobil dan Terseret 200 Meter, Ini Penjelasan Polda Metro
GoNews Asap Kiriman Indonesia Liburkan 500 Sekolah di Malaysia
GoNews Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal dalam Status Terpidana Korupsi
GoNews Tak Punya Ongkos Pulang ke Rumah, Siswa MTs Numpang Truk Tanah, Tergelincir Saat Naik dan Tergilas Ban
GoNews Kenal Lewat Medsos, Ketemu dan Main Ludo di Kamar Hotel, Wanita 24 Tahun Digilir dan Dirampok, 2 Pelaku Ditembak Polisi
GoNews Kemendikbud Terbitkan 2 Aturan Dana BOS Afirmasi dan Kinerja
GoNews Suhu di Padang Sangat Dingin, 18 Derajat Celsius, Ini Penjelasan BMKG
GoNews Ribuan Ikan dengan Tulang Retak dan Mata Copot Terdampar, Warga Ambon Ketakutan Bakal Datang Tsunami
GoNews Hapuskan Label Halal Daging Impor, Permendag 29/2019 Tabrak UU Jaminan Produk Halal
GoNews Numpang Nonton di Rumah Tetangga, Gadis 13 Tahun Diperkosa dan Dibunuh, Jasadnya Ditemukan dalam Karung
GoNews Pemerintah Didesak Cabut Permendag yang Tak Wajibkan Daging Impor Berlabel Halal
GoNews Terbitkan Aturan Daging Impor Tak Wajib Label Halal, Menteri Perdagangan Dinilai Tak Hormati Umat Islam
wwwwww