Loading...    
           

Heng Swee Keat Diprediksi Duduki Jabatan PM Singapura

Heng Swee Keat Diprediksi Duduki Jabatan PM Singapura
Menteri Keuangan Singapura, Heng Swee Keat. (theindependent.sg)
Sabtu, 24 November 2018 13:30 WIB
SINGAPURA - Menteri Keuangan Singapura, Heng Swee Keat (57), diprediksi bakal menduduki jabatan Perdana Menteri (PM) Singapura, menggantikan PM Lee Hsien Loong.

Dikutip dari liputan6.com, prediksi itu semakin setelah Heng Swee Keat terpilih menjadi asisten Sekretaris Jenderal pertama untuk koalisi partai pemerintah People Action Party (PAP), dalam sebuah pemungutan suara internal untuk re-shuffle pejabat organisasi, pada Jumat 23 November 2018.

Jabatan baru Heng di internal PAP membuatnya digadang-gadang sebagai calon perdana menteri Singapura selanjutnya, demikian seperti dikutip dari The Strait Times, Jumat (23/11/2018).

Apalagi mengingat sampai saat ini, Perdana Menteri Lee Hsien Loong masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal di PAP.

Berdasarkan pola suksesi kepemimpinan PAP pada beberapa tahun terakhir, jabatan asisten Sekretaris Jenderal pertama kuat diproyeksikan naik hingga akhirnya menjadi PM Singapura.

Kedua perdana menteri setelah PM Lee Kuan Yew datang dari eks-pengemban jabatan asisten sekretaris jenderal pertama PAP. Mereka adalah Goh Chok Tong, yang merupakan perdana menteri kedua Singapura dan Lee Hsien Loong, PM saat ini.

Pentingnya suksesi kepemimpinan dalam PAP terlihat sejak akhir tahun lalu, ketika Goh Chok Tong menulis dalam posting Facebook pada Malam Tahun Baru bahwa ia berharap kelompok partai koalisi dapat memilih seorang pemimpin di antara mereka dalam waktu enam hingga sembilan bulan.

Goh juga ingin melihat PM Lee secara resmi menunjuk calon penerusnya pada akhir 2018.

Pada saat itu, pengamat mengatakan ada tiga calon kandidat terdepan untuk menggantikan PM Lee: Heng Swee Keat, Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing dan Menteri Pendidikan Ong Ye Kung.

PM Lee sebelumnya mengatakan pada Oktober 2017 bahwa dia bermaksud menyerahkan kendali pemerintah kepada penggantinya pada saat dia berusia 70 tahun, yang akan berada di 2022.

Ini berarti Heng Swee Keat, sebagai calon perdana menteri kemudian, akan memiliki fase persiapan terpendek. Dipersiapkan menjadi wakil perdana menteri pada perombakan kabinet berikutnya, ia akan memiliki kurang dari lima tahun untuk mempersiapkan diri menjadi perdana menteri Singapura.

Dalam re-shuffle internal organisasi PAP pada Jumat lalu, Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing terpilih sebagai asisten sekretaris jenderal kedua PAP. Sementara Komite Eksekutif Pusat (CEC) memilih Menteri Kesehatan Gan Kim Yong sebagai ketua partai.

Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Masagos Zulkifli menjadi wakil ketua partai, sementara Urusan Dalam Negeri dan Menteri Hukum K. Shanmugam menerima jabatan bendahara.

Menteri Pendidikan Ong Ye Kung adalah asisten bendahara, sementara Menteri Kebudayaan, Komunitas dan Pemuda Grace Fu dan Menteri Pembangunan Sosial dan Keluarga Desmond Lee keduanya mengorganisir sekretaris.

Desmond Lee adalah salah satu dari empat anggota yang dikooptasi ke CEC. Yang lain adalah Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong, dan backbenchers (anggota parlemen non-struktural dan tak menjabat posisi strategis) Sitoh Yih Pin dan Christopher de Souza.

PM Lee mengatakan pemilihan CEC baru adalah ''langkah maju yang besar dalam pembaruan politik kita''.

Pengisi baru jabatan tersebut kebanyakan adalah menteri muda dalam parlemen Singapura, dengan hampir seluruhnya mendapat dukungan kuat dari PM Lee.

Para menteri muda dan pemegang jabatan politik telah bertemu dalam beberapa bulan terakhir untuk membahas siapa yang harus memimpin mereka, tulis PM Lee dalam posting Facebook di halaman PAP.

''Mereka telah mencapai konsensus bahwa Heng Swee Keat akan menjadi pemimpin mereka. Pada gilirannya, Heng Swee Keat telah meminta Chan Chun Sing menjadi orang nomor dua,'' katanya.

PM Lee mengatakan bahwa transisi kepemimpinan selalu merupakan masalah yang rumit.

''Saya mendukung keputusan tim yang lebih muda, dan saya senang dengan hasil ini,'' tambahnya.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Orangtua Tak Mampu Beli Susu, Bayi Perempuan di Polman Minum Kopi Tubruk 5 Gelas Sehari, Begini Kondisinya
GoNews Terobos Kobaran Api Selamatkan Kakeknya, Bocah 6 Tahun Tewas Terbakar, Negara Berikan Medali Keberanian
GoNews 8 Tewas Akibat Bus Tabrak Truk Tangki di Lintas Sumatera, Ini Identitas Korban
GoNews Polisi Tertelungkup di Atas Kap Mobil dan Terseret 200 Meter, Ini Penjelasan Polda Metro
GoNews Asap Kiriman Indonesia Liburkan 500 Sekolah di Malaysia
GoNews Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal dalam Status Terpidana Korupsi
GoNews Tak Punya Ongkos Pulang ke Rumah, Siswa MTs Numpang Truk Tanah, Tergelincir Saat Naik dan Tergilas Ban
GoNews Kenal Lewat Medsos, Ketemu dan Main Ludo di Kamar Hotel, Wanita 24 Tahun Digilir dan Dirampok, 2 Pelaku Ditembak Polisi
GoNews Kemendikbud Terbitkan 2 Aturan Dana BOS Afirmasi dan Kinerja
GoNews Suhu di Padang Sangat Dingin, 18 Derajat Celsius, Ini Penjelasan BMKG
GoNews Ribuan Ikan dengan Tulang Retak dan Mata Copot Terdampar, Warga Ambon Ketakutan Bakal Datang Tsunami
GoNews Hapuskan Label Halal Daging Impor, Permendag 29/2019 Tabrak UU Jaminan Produk Halal
GoNews Numpang Nonton di Rumah Tetangga, Gadis 13 Tahun Diperkosa dan Dibunuh, Jasadnya Ditemukan dalam Karung
GoNews Pemerintah Didesak Cabut Permendag yang Tak Wajibkan Daging Impor Berlabel Halal
GoNews Terbitkan Aturan Daging Impor Tak Wajib Label Halal, Menteri Perdagangan Dinilai Tak Hormati Umat Islam
GoNews Busyro Khawatir Revisi UU KPK Sebagai Bayaran Jokowi
GoNews Serangan Drone Hancurkan Kilang Minyak Arab Saudi, Pasokan Terganggu 5,7 Juta Barel Per Hari
GoNews Tanggapi Revisi UU KPK, Mahfud: RUU Harus Masuk Prolegnas, Tak Bisa Dibahas Tiba-tiba
wwwwww