Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
16 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
2
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
16 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
3
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Peristiwa
15 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
4
Lawan Covid -19, Aziz Syamsudin Ajak Warga Budayakan Gotong Royong
Politik
17 jam yang lalu
Lawan Covid -19, Aziz Syamsudin Ajak Warga Budayakan Gotong Royong
5
Sekolah Kembali Dibuka, F-PKS: Jangan Terburu-buru
Politik
17 jam yang lalu
Sekolah Kembali Dibuka, F-PKS: Jangan Terburu-buru
6
HNW Desak Polisi Usut Aksi Teror ke Wartawan, Narasumber dan Panitia Diskusi UGM
Politik
16 jam yang lalu
HNW Desak Polisi Usut Aksi Teror ke Wartawan, Narasumber dan Panitia Diskusi UGM

Gunung Anak Krakatau Tumbuh 6 Meter Per Tahun

Gunung Anak Krakatau Tumbuh 6 Meter Per Tahun
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terpantau dari pesawat Grand Caravan Susi Air pada Sabtu (23/12/2018. (liputan6.com)
Senin, 24 Desember 2018 12:24 WIB
JAKARTA - Gelombang tsunami menerjang Pandeglang, Serang dan Lampung, Sabtu (22/12/2018) malam. Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban tewas sudah mencapai 281 orang.

Dikutip dari liputan6.com, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, erupsi gunung anak krakatau yang menyebabkan gelombang tsunami pada 22 Desember 2018 bukan yang terbesar. Periode Oktober sampai November sudah terjadi erupasi yang lebih besar.

Dalam akun twitter resminya, dia memberi informasi terkait pantauan gunung anak krakatau yang disisipkan gambar. Foto tersebut diambil dari pesawat Grand Caravan Susi Air pada 23 Desember 2018.

''Erupsi kemarin bukan yang terbesar. Periode Oktober-November 2018 terjadi erupsi lebih besar. Status Waspada (level 2),'' tulis Sutopo yang dikutip Liputan6.com, Senin (24/12/2018).

Sutopo menjelaskan, aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam 3 bulan terakhir terjadi setiap hari. Pertumbuhannya pun terus meningkat setiap tahun.

''Hampir setiap hari Gunung Anak Krakatau meletus. Status tetap Waspada. Radius berbahaya 2 km dari puncak kawah,'' tulisnya.

Tak hanya itu, pertumbuhan Gunung Anak Krakatau pun terus meningkat. Kata Sutopo, pertumbuhan tersebut terjadi setiap tahunnya.

''Gunung Anak Krakatau masih dalam tahap pertumbuhan. Tubuhnya tambah tinggi 4-6 meter per tahun,'' tulisnya lagi.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww