Ulos batak Sebagai Warisan Leluhur Suku Batak

Kelahiran, Duka Cita dan Rayakan Kebahagiaan ada Ulosnya Tersendiri

Kelahiran, Duka Cita dan Rayakan Kebahagiaan ada Ulosnya Tersendiri
Ulos Batak yang sedang disirat untuk pembuatan tulisan dan nama oleh pengrajin Sirat Ulos Batak di Desa Hutanamora Bagasan Tobasa.
Senin, 24 Desember 2018 12:03 WIB
Penulis: Marimbun Marpaung
TOBASA-Ulos Batak adalah salah satu pakaian khas adat dari suku Batak, khususnya Batak Toba.ulos Batak merupakan sebuah turunan budaya yang diciptakkan oleh leluhur nenak moyang suku Batak dari ribuan Tahun silam yang digunakan dan dilestarikan turun temurun hingga di era modern saat ini. pada berbagai jenis acara khususnya di budaya Batak, ulos selalu ada.

Tidak bisa dipungkiri bagi suku Batak keturunan si Raja Batak, Ulos Batak memiliki makna dan arti yang sakral untuk pelakasanaan sebuah acara perhelatan secara khusus pada pesta Adat Budaya Batak.

Ulos Batak yang dimiliki oleh suku Batak yang pembuatannya dari jaman dahulu hingga saat ini masih banyak dikerjakan dengan cara menenun secara tradisional dari pintalan bahan benang dengan 4 warna khas suku Batak si Tiga Bolit (3 Warna) Merah, Hitam, Putih di tambah 1 warna na Itom dalam bahasa Batak,red (agak kebiru biruan).

Ulos Batak merupakan Ulos tradisional milik suku Batak di era moderen saat ini sudah banyak di produksi dengan hasil tenunan mesin. Namun kenyataannya hasil tenunan tradisional lebih memiliki nilai seni serta harga jual lebih tinggi di banding dengan tenunan mesin saat ini.

Pembuatan atau penenunan Ulos Batak dilakukan oleh para kaum Ibu yang ditenun dengan cara tradisional serta dengan berbagai pola. Warna Ulos Batak itu sendiri atau sesuai dengan namanya masing masing Ulos Batak antara lain, Ulos Batak Pucca, Ragi Hotang, Ragi Hidup, Sirara, Sibolang, Bintang Maratur, Sadum, Ulos Mangiring dan Ulos Tumtuman dan beberapa Ulos Batak lainnya yang namanya belum kami sebutkan karena masih banyak lagi nama namanya Ulos Batak tersebut.

Ulos Batak ini, memiliki nilai kesakralan dalam budaya suku Batak yang digunakan dalam setiap perhelatan Pesta (Ulaon Adat Batak) khususnya pada acara pesta Pernikahan Anak (Pangoli Anak) dan pernikahan Putri suku Batak (Pamuli/Pahuta Boru).

Ulos Batak sangat diperlukan dan harus digunakan di saat seseorang meninggal Dunia, baik itu meninggal dunia di saat masih usia belia atau masih anak anak, Muda/Mudi dan sudah menikah dan memiliki anak (meninggal Dunia masih Muda).

Peranan dan fungsi Ulos Batak juga sangat diperlukan disaat perhelatan acara Adat orang tua yang meninggal Dunia. Khususnya disaat acara adat orang tua yang meninggal dunia ini dan menurut garis keturunan adat budaya Batak telah memiliki garis keturunan sempurna sesuai dengan tatanan Adat Budaya Tradisional Suku Batak.

Disebutlah telah memiliki Anak Laki - Laki dan Anak Perempuan (disebut dalam bahasa Batak red, Gabe) ditambah dengan telah memiliki Cucu dari Anak laki lakainya dan cucu dari anak Perempuannya (disebut marpahoppu sian anak dan Boru) ditambah dengan Cicit (Nini) yakni cucunya dari anak laki lakinya telah memiliki keturunan atau dengan kata lain bahwa anaknya telah memilki cucu juga (pahompu sudah menikan dan memiliki anak) serta Anaknya perempuan juga telah memiliki Cucu disebut Cucut (Nono, bahasa Batak red).

  Untuk keturunannya yang disebut Cicitnya adalah dari keturunan anaknya Laki - Laki yang sudah menikah (disebut Cucu) dan telah memiliki anak disebutlah mar Maronddok - onddok bahasa Batak,red sedangkan untuk keturunan Cucut yakni disebut Cucutnya adalah dari garis keturunan anaknya Perempuan (Cucu Perempuan) telah menikah dan memiliki anak disebutlah garis keturunan ini Cucut dalam bahasa Batak,red Marittik - Hittik.

Dalam hal garis keturunan seperti ini dalam suku adat Batak di sebutlah telah memiliki garis keturunan sempurna dalam hal regenerasi garis keturnan dan dia masih tetap hidup serta menyaksikannya dengan umur yang panjang sampai akhir hayatnya disebutlah pada pesta adat pemakamannya alamarhumah telah memiliki garis keturunan dalam  Bahasa batak,Red  Na Gabe (Maranak/Marboru),Marpahoppu sian Anak - Marpahoppu sian Boru, Marnini (garis keturunan Anak Laki-Laki) - Marnono (garis keturnan Boru/Putri), Marondok Ondok (garis keturunan Anak Laki- Laki) - Marintik hittik (garis keturunan dari anak perempuan).

(/p> Dalam acara Adat seperti ini sesuai dengan adat budaya suku Batak, sudah pasti seluruh keturunan yang meninggal harus membuat Ulos Batak sebagai alas tidur alamarhum dan Juga sebagai Saput (+_ artinya selimut almarhum) serta Ulos sebagai Tutup peti Matinya.

(/p> Ulos Batak juga akan dikenakan kepada yang jandanya ataupun Dudanya (disebut sebagai Tujung dalam bahasa Batak,red) yang meninggal dunia juga dipastikan akan menerima Ulos dari keluarga dekatnya dalam hal ini pemberian dari Tulang (Paman) bagi laki laki yang meninggal (disebut dalam bahasa Batak,red Saput).

Sedangkan dari Hula Hula (Pihak orang Tua Perempauan bila perempuan yang meninggal dunia juga akan memberikan Ulos Batak yang disebut namanya "Ulos Saput dan Tujung" yang diberikan kepada almarhum Putrinya (Saput) dan kepada Helanya atau menantunya Laki-Laki yang menjadi "duda" dalam bahasa Batak,red diberikan "Tujung".

Sedangkan kepada seluruh keturunanya sudah pasti akan menerima dan mendapatkan Ulos Batak yang merupakan pemberian dari keluarga atau kerabat dekat sesuai dengan urutan atau turunan silsilah (Tarombo) pada masing masing keturunan Marga - Marga dilingkaran keluarganya sesuai dengan tatanan dalam suku dan Adat Batak.

Disetiap acara adat Batak pada tingkatan Adat orang tua meninggal dunia yang disebut Saur Matua,Sari Matua,Saur Matua Maulibulung dan sori matua juga pada pesta pesta pernikahan atau perkawinan.

Pada prinsipnya ulos Batak bagi seluruh Marga Marga Suku Batak digunakan pada setiap acara pesta suka dan duka bagi seluruh suku Batak.Ulos Batak di gunakan sesuai dengan bagian bagiannya dengan nama masing masing ulos Batak tersebut.

Nama masing - masing ulos  Batak itu telah ada sesuai dengan pola dan warnanya masing masing ulos Batak berikut dengan ornamen tenunannya.

Kegunaan dan peruntukannya telah di sesuaikan peruntukan dan kegunaannya sesuai dengan acara acara adat budaya suku Batak yang akan dilaksanakan oleh masing masing turunan marga marga dari keturunan si Raja Batak sesuai dengan wilayah adatnya masing masing keturunan suku Batak.

Pemberian (memberikan maupun Menerima) Ulos Batak ini telah dilakukan mulai dari sejak jaman dahulu kala oleh leluhur Batak terdahulu yang di ikuti oleh seluruh keturunan si Raja Batak dengan berbagai Marga Marga yang ada di Suku Batak secara turun temurun hingga saat ini dalam artian Pelestarian Nilai dan Seni Budaya lelehur suku Batak tanpa menghilangkan Agama.*

Editor:Sisie
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww