Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
19 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Peristiwa
10 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
3
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
Politik
10 jam yang lalu
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
4
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
Kesehatan
10 jam yang lalu
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
5
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Politik
9 jam yang lalu
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
6
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Politik
10 jam yang lalu
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial

Hingga Selasa Siang, Korban Tewas Tsunami Selat Sunda 397 Orang

Hingga Selasa Siang, Korban Tewas Tsunami Selat Sunda 397 Orang
Kondisi rumah-rumah warga di pesisir Pandeglang yang hancur akibat tsunami. (tribunnews)
Selasa, 25 Desember 2018 14:07 WIB
JAKARTA - Hingga Selasa (25/12) siang, jumlah korban tewas akibat bencana tsunami Selat Sunda sudah mencapai 397 orang.

Dikutip dari republika.co.id, Kepala Basarnas M Syaugi melaporkan, dari total korban meninggal yang ditemukan, 84 orang diantaranya berada di Rumah Sakit Berkah Pandeglang.

Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang Raden Dewi Sentani mengatakan, beberapa jenazah belum teridentinfikasi, hingga menyulitkan keluarga untuk melakukan pencarian anggota keluarganya yang hilang.

Rumah Sakit Berkah tidak memiliki jumlah lemari pendingin yang cukup untuk menampung banyaknya jumlah jenazah yang diterima. Saat ini jenazah terpaksa disimpan di ruang biasa tanpa fasilitas pendingin.

Rumah Sakit sudah meminta bantuan kepada Kementerian Kesehatan. Jenazah yang sudah didiamkan selama tiga hari pasalnya akan mulai berubah warna hingga menyulitkan proses identifikasi.

''Kami jadinya memotret jenazah agar keluarga bisa mengidentifikasi,'' katanya.

Raden menambahkan, jika jenazah belum ada yang mengklaim selama lebihh dari seminggu mereka akan dikuburkan secara massal. Penguburan perlu segera dilakukan, sebab bau jenazah bisa menyebabkan penyakit.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww