Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Hukum
7 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
2
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
8 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
3
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
Politik
6 jam yang lalu
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
4
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
Politik
11 jam yang lalu
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
5
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
3 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
6
Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19
Politik
7 jam yang lalu
Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19

Terkubur di Bawah Reruntuhan Apartemen 36 Jam dalam Suhu Minus 0 Derajat, Bayi 11 Bulan Ditemukan Selamat

Terkubur di Bawah Reruntuhan Apartemen 36 Jam dalam Suhu Minus 0 Derajat, Bayi 11 Bulan Ditemukan Selamat
Ilustrasi bayi. (liputan6.com)
Kamis, 03 Januari 2019 13:31 WIB
MOSKOW - Keajaiban terjadi pada seorang bayi laki-laki berusia 11 bulan di Magnitogorsk, Rusia. Meski sempat terkubur selama 36 jam di bawah reruntuhan apartemen yang roboh, bayi tersebut ditemukan dalam keadaan selamat.

Dikutip dari liputan6.com yang melansir VOA Indonesia, Kamis (3/1/2018), bayi tersebut mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

Untuk menyelamatkan bayi ini, otoritas setempat langsung membawanya ke Moskow, Rusia, dengan menggunakan pesawat agar ia mendapatkan perawatan intensif.

Pesawat yang dikirim oleh Kementerian Kesehatan Rusia tersebut meninggalkan kota Magnitogorsk pada Selasa malam, 1 Januari 2019 waktu setempat, sekitar 6 jam setelah bayi itu ditemukan di bawah puing-puing reruntuhan apartemen.

Bayi berusia 11 bulan itu dilaporkan menderita patah tulang, cedera kepala dan hipotermia, diduga karena ia berada selama lebih dari 36 jam pada suhu di bawah nol derajat Celcius.

Sementara itu, 9 jasad berhasil ditemukan di bawah puing-puing reruntuhan apartemen itu. Pejabat Rusia mengatakan, 32 orang yang tinggal di bagian gedung yang ambruk itu masih belum ditemukan.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww