Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
24 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
24 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
23 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
23 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
23 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Semangat Penyederhanaan UU Pemilu Jangan Abaikan Suara Rakyat
DPR RI
20 jam yang lalu
Semangat Penyederhanaan UU Pemilu Jangan Abaikan Suara Rakyat

BMKG: 500 Meter dari Tepi Pantai Masih Zona Waspada Tsunami

BMKG: 500 Meter dari Tepi Pantai Masih Zona Waspada Tsunami
Kerusakan akibat tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu. (tirto.id)
Minggu, 06 Januari 2019 08:26 WIB
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan area elevasi rendah (5 meter di atas permukaan laut) radius 500 meter dari tepi pantai Selat Sunda masih merupakan zona waspada tsunami.

Dikutip dari republika.co.id, Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly dalam siaran pers lembaga pada Ahad (6/1) dini hari menyatakan, penetapan zona waspada tsunami itu dilakukan berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengenai perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau. Penetapan dengan mempertimbangkan kondisi lereng/tebing dasar laut dan potensi kegempaan di Selat Sunda.

BMKG mengimbau warga tetap tenang. Namun, warga juga waspada saat beraktivitas di pantai/pesisir Selat Sunda dalam radius 500 meter dari tepi pantai yang berada pada elevasi rendah.

Warga diminta memantau perkembangan informasi mengenai kewaspadaan bahaya tsunami melalui situs, aplikasi mobile, dan media sosial InfoBMKG. Selain itu, warga diminta memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi MAGMA INDONESIA Badan Geologi.

''BMKG beserta Badan Geologi dengan dukungan TNI dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman masih tetap terus memantau, dan akan terus menyampaikan informasi perkembangannya,'' kata M Sadly.

Pada Sabtu (5/1) malam, warga di pesisir Kota Bandarlampung, seperti di kawasan Gudang Lelang dan Gubuk Sero, Telukbetung, dihebohkan oleh kabar mengenai air laut yang naik ke daratan.

Beberapa warga di Gubuk Sero, Gudang Lelang, dan Kangkung, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung, sempat berlarian keluar rumah gara-gara isu air laut di pesisir naik, yang kemudian diketahui tidak benar.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww