Polisi: Peredaran Uang Palsu Rp500 Juta di Dumai Ternyata Terkait Sindikat Narkoba

Polisi: Peredaran Uang Palsu Rp500 Juta di Dumai Ternyata Terkait Sindikat Narkoba
Sabtu, 12 Januari 2019 02:22 WIB
DUMAI - Kepolisian Resort Dumai mengungkapkan bahwa uang palsu disita mencapai setengah miliar rupiah dengan dua pelaku diamankan ternyata terkait dengan sindikat narkoba.

Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan kepada pers, di Dumai, Jumat, mengatakan tersangka yang terlah diamankan mengaku menggunakan uang rupiah palsu itu untuk pembelian narkoba jenis sabu-sabu, untuk dikonsumsi dan diedarkan. Tersangka MF (28) menggunakan motif menyimpan dan mengedarkan uang palsu untuk membeli sabu dan dikonsumsi, sedangkan oleh RW (33) uang palsu untuk memancing bandar bandar sabu sabu di Malaysia.

"MF menyimpan uang palsu Rp37 juta, dan mengedarkan atau membelanjakan beli sabu sabu di kabupaten siak, sementara RW membeli sabu di wilayah bengkalis, namun uang palsu diedarkan di siak dan dumai oleh MF," katanya.

Baca juga: Kasus Terbesar 2019, Polres Dumai Sita Setengah Miliar Rupiah Palsu

Dijelaskan, peredaran uang palsu melibatkan dua tersangka ini terkait pembelian sabu, karena RW menyimpan Rp479.300.000 uang palsu, dan mengedarkan Rp37 juta kepada MF untuk membeli narkoba.

Sedangkan MF, sudah mengedarkan Rp8 juta uang palsu di wilayah Kabupaten Siak dan Rp2 juta di Dumai untuk membeli sabu sabu, sisanya Rp27 juta yang tersimpan di rumah di Jalan Siliwangi sudah disita polisi.

Pengungkapan peredaran upal pecahan Rp100 ribu ini berawal dari adanya informasi warga Dumai berinisial MF menyimpan uang palsu dalam jumlah besar, kemudian ditindaklanjuti polisi dengan melakukan serangkaian penyelidikan.

Polisi berhasil mengetahui keberadaan tersangka MF dan ditangkap di satu rumah di Jalan Siliwangi, Gang Sentosa, Kelurahan Tanjung Palas, Kota Dumai pada 5 Januari 2019, kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan uang palsu Rp27 juta.

Upaya pengembangan dilakukan dengan menginterogasi MF, kemudian didapat informasi bahwa uang palsu diperoleh dari RW seorang warga Desa Jangkang, Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Polisi belum menjelaskan secara rinci mengenai modus operandi produksi uang palsu tersebut.

"Seluruh uang palsu sudah kita sita dan akan terus melakukan pengembangan, termasuk mengungkap produsen uang palsu itu," sebut Restika. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antaranews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoNews Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoNews Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoNews Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoNews Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoNews Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoNews Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoNews Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoNews Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoNews Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoNews Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoNews Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoNews Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoNews Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoNews KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoNews KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww