Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
17 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
23 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
3
Bahas Pembukaan Rumah Ibadah, Satgas Lawan Covid-19 DPR Sambangi Muhammadiyah
DPR RI
24 jam yang lalu
Bahas Pembukaan Rumah Ibadah, Satgas Lawan Covid-19 DPR Sambangi Muhammadiyah
4
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
Hukum
23 jam yang lalu
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
5
Selain Muhammadiyah, Satgas Covid-19 DPR Juga Sambangi PBNU Jelang New Normal
Politik
23 jam yang lalu
Selain Muhammadiyah, Satgas Covid-19 DPR Juga Sambangi PBNU Jelang New Normal
6
Belum Diketahui Penyebabnya, Oknum Polisi di Sumut Tembak Diri Sendiri hingga Tewas
Peristiwa
23 jam yang lalu
Belum Diketahui Penyebabnya, Oknum Polisi di Sumut Tembak Diri Sendiri hingga Tewas

Terdampar di Pantai Dumai, dalam Bangkai Pesut Ditemukan Sampah Plastik

Terdampar di Pantai Dumai, dalam Bangkai Pesut Ditemukan Sampah Plastik
Senin, 14 Januari 2019 19:14 WIB
DUMAI - Dua ekor pesut ditemukan tewas di wilayah pantai Kota Dumai, Riau. Pada salah satu bangkai pesut tersebut ditemukan kantong plastik di mulutnya.

''Iya, itu plastik. Saya tidak bisa memastikan kenapa bisa ada di dalam mulutnya (pesut)," kata Pengelola Pantai Pulai Bungkuk Indah, Azhari (36), yang dikutip dari Antara Senin (14/1/2019).

Dia menambahkan, pada bangkai itu tidak terdapat bekas luka yang biasa ditemukan apabila satwa mati akibat terkena jaring maupun baling-baling kapal. Yang membuat dirinya heran adalah keluar cairan kuning dari tubuh pesut tersebut, dan ada kantong plastik di mulutnya.

Warga hingga kini tidak berani mengubur bangkai satwa itu karena takut akan timbul masalah, apalagi kabar yang beredar pesut itu mati diduga akibat keracunan limbah dari industri yang banyak di pesisir Dumai.

Ia menyayangkan hingga kini tidak ada Dinas Perikanan setempat maupun Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau yang memeriksa penyebab kematian pesut itu.

Warga hingga kini tidak berani mengubur bangkai satwa itu karena takut akan timbul masalah, apalagi kabar yang beredar pesut itu mati diduga akibat keracunan limbah dari industri minyak kelapa sawit yang banyak di pesisir Dumai.

''Sepertinya tidak ada pemerintah Dumai perduli dengan lingkungan,'' keluhnya.

Pesut itu ditemukan warga pada Rabu (9/1) dan Kamis (10/1). Bahkan, bangkai mamalia tersebut sempat dijadikan mainan oleh anak-anak setempat. Tingkah anak-anak yang bermain dengan bangkai hewan laut itu sempat divideokan oleh warga dan beredar di media sosial. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antaranews.com
Kategori:Ragam

wwwwww