Sunat Dana Renovasi Masjid Pasca Gempa 20 Persen, Pegawai Kanwil Kemenag Kena OTT

Sunat Dana Renovasi Masjid Pasca Gempa 20 Persen, Pegawai Kanwil Kemenag Kena OTT
Kondisi salah satu masjid di Lombok pasca diguncang gempa beberapa waktu lalu. (merdeka.com)
Selasa, 15 Januari 2019 18:01 WIB
MATARAM - Aparat Polres Mataram melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap LBR (43), pegawai Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (15/1) siang.

''Satu orang yang diamankan dalam OTT ini adalah oknum pegawai Kemenag. Saat ini masih kita periksa lebih lanjut,'' kata Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam di Mataram, Selasa (15/1), seperti dikutip dari republika.co.id

LBR diduga menyunat dana bantuan sejumlah masjid terdampak gempa bumi di Lombok Barat, NTB.

Saiful mengatakan, LBR ditangkap di sekitar jalan utama Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Saiful menambahkan, saat terjaring OTT, LBR menggunakan sepeda motor yang diduga baru mengambil uang hasil punglinya. ''Dari tangan LBR, polisi menyita dua buah amplop yang di dalamnya berisi masing-masing uang tunai sebesar Rp5 juta,'' kata Saiful.

Saiful mengatakan, LBR diduga melakukan pungli dengan cara memotong dana bantuan yang diperuntukkan untuk perbaikan sejumlah masjid terdampak gempa bumi di Lombok Barat. Penasehat Hukum LBR Denny Nurindra membenarkan kliennya tertangkap OTT dengan dugaan melakukan pungli dana bantuan masjid.

“Yang bersangkutan meminta jatah 20 persen pada setiap masjid yang terdaftar menerima bantuan gempa di Lombok Barat," kata Denny.

Ia melanjutkan, pemeringah Kabupaten Lombok Barat memberikan bantuan pada setiap masjid yang rusak terdampak gempa melalui pendataan di Kemenag NTB. LBR yang terlibat dalam pendataan tersebut, kata dia, kemudian meminta jatah dari masing-masing pengurus masjid apabila dana bantuan sudah cair. Namun, LBR tertangkap di jalan sesaat setelah melakukan transaksi penerimaan uang dari pengurus masjid.

''Tadi ditangkap di jalan waktu penyerahan amplop. Dia dapat dua amplop yang isinya Rp5 juta, jadi totalnya Rp 10 juta,'' kata Denny menambahkan.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww