Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
11 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
3
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
10 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
4
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
10 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
5
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
9 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
6
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
24 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf

Jual Kopi di Stadion Pakansari, Pengungsi Palestina Kerap Diusir Satpol PP

Jual Kopi di Stadion Pakansari, Pengungsi Palestina Kerap Diusir Satpol PP
Pengungsi asal Palestina berjualan di depan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Rabu (16/1). (republika.co.id)
Kamis, 17 Januari 2019 08:54 WIB
BOGOR - Sejumlah pengungsi asal Palestina di Kabupaten Bogor, mencari nafkah dengan berjualan kopi seduh di depan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dikutip dari republika.co.id, salah seorang pengungsi Palestina, Omar, mengaku sudah dua tahun berjualan di tempat tersebut. Dia berjualan siang dan malam.

''Biasanya kami jualan selama 24 jam di sini,'' kata Omar, Rabu (16/1).

Omar mengaku kerap diusir petugas Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sehingga dia beserta istri dan lima orang anaknya tidak dapat berjualan untuk beberapa waktu.

Dia menuturkan, sebelum sampai ke Indonesia, dirinya merupakan seorang pengusaha sukses di bidang elektronik, pariwisata, dan swalayan di Kota Hebron Al-Khalil, Palestina. Di kota itu, bisnis yang digelutinya sempat maju namun akhirnya bangkrut seketika.

Anak pertama Omar, Fatimah Azzahra (11 tahun), menceritakan, keluarganya mengontrak rumah di daerah Cikaret tak jauh dari Stadion Pakansari.

Rumah kontrakan yang mampu disewa ayahnya, menurut dia, hanya sekadar rumah kontrakan sederhana yang atapnya bocor bila diterpa hujan.

Dari pantauan republika.co.id, dagangan yang dijajakan keluarga tersebut tidak jauh berbeda dari pedagang lainnya. Dagangan yang dijajakan antara lain kopi seduh, minuman manis, serta cemilan ringan.

''Kadang yang beli ramai, kadang sepi. Kadang baru buka lapak, langsung diusir Satpol PP,'' kata Fatimah. 

Sebelumnya diketahui, kawasan Stadion Pakansari telah disterilkan dari pedagang kaki lima (PKL) guna menyambut Asian Games 2018 beberapa waktu silam. Usai Asian Games berlalu, penertiban PKL masih kerap dilakukan oleh Satpol PP hingga saat ini.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww