Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tren Elektabilitas PD dan AHY Konsisten Naik Pada Tiga Survei Nasional
Politik
19 jam yang lalu
Tren Elektabilitas PD dan AHY Konsisten Naik Pada Tiga Survei Nasional
2
Jangankan Mudik, Sekedar Mau Beli Baju Lebaran Warga Kabupaten Juga Tak Boleh Masuk Pekanbaru
Peristiwa
17 jam yang lalu
Jangankan Mudik, Sekedar Mau Beli Baju Lebaran Warga Kabupaten Juga Tak Boleh Masuk Pekanbaru
3
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
Hukum
20 jam yang lalu
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
4
Ejek Kemampuan Densus 88, Teroris OPM: Memang Bisa Lawan Gerilyawan?
Hukum
17 jam yang lalu
Ejek Kemampuan Densus 88, Teroris OPM: Memang Bisa Lawan Gerilyawan?
5
Galank Gunawan akan Beradu Rebound dengan Jamarr Johnson
Olahraga
19 jam yang lalu
Galank Gunawan akan Beradu Rebound dengan Jamarr Johnson
6
Kerennya Emoney Edisi IBL dan Tim Nasional
Olahraga
19 jam yang lalu
Kerennya Emoney Edisi IBL dan Tim Nasional

Jual Kopi di Stadion Pakansari, Pengungsi Palestina Kerap Diusir Satpol PP

Jual Kopi di Stadion Pakansari, Pengungsi Palestina Kerap Diusir Satpol PP
Pengungsi asal Palestina berjualan di depan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Rabu (16/1). (republika.co.id)
Kamis, 17 Januari 2019 08:54 WIB
BOGOR - Sejumlah pengungsi asal Palestina di Kabupaten Bogor, mencari nafkah dengan berjualan kopi seduh di depan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dikutip dari republika.co.id, salah seorang pengungsi Palestina, Omar, mengaku sudah dua tahun berjualan di tempat tersebut. Dia berjualan siang dan malam.

''Biasanya kami jualan selama 24 jam di sini,'' kata Omar, Rabu (16/1).

Omar mengaku kerap diusir petugas Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sehingga dia beserta istri dan lima orang anaknya tidak dapat berjualan untuk beberapa waktu.

Dia menuturkan, sebelum sampai ke Indonesia, dirinya merupakan seorang pengusaha sukses di bidang elektronik, pariwisata, dan swalayan di Kota Hebron Al-Khalil, Palestina. Di kota itu, bisnis yang digelutinya sempat maju namun akhirnya bangkrut seketika.

Anak pertama Omar, Fatimah Azzahra (11 tahun), menceritakan, keluarganya mengontrak rumah di daerah Cikaret tak jauh dari Stadion Pakansari.

Rumah kontrakan yang mampu disewa ayahnya, menurut dia, hanya sekadar rumah kontrakan sederhana yang atapnya bocor bila diterpa hujan.

Dari pantauan republika.co.id, dagangan yang dijajakan keluarga tersebut tidak jauh berbeda dari pedagang lainnya. Dagangan yang dijajakan antara lain kopi seduh, minuman manis, serta cemilan ringan.

''Kadang yang beli ramai, kadang sepi. Kadang baru buka lapak, langsung diusir Satpol PP,'' kata Fatimah. 

Sebelumnya diketahui, kawasan Stadion Pakansari telah disterilkan dari pedagang kaki lima (PKL) guna menyambut Asian Games 2018 beberapa waktu silam. Usai Asian Games berlalu, penertiban PKL masih kerap dilakukan oleh Satpol PP hingga saat ini.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww