Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
24 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
2
Semangat Penyederhanaan UU Pemilu Jangan Abaikan Suara Rakyat
DPR RI
21 jam yang lalu
Semangat Penyederhanaan UU Pemilu Jangan Abaikan Suara Rakyat
3
Amerika Chaos, MPR Minta KBRI Lindungi WNI
MPR RI
23 jam yang lalu
Amerika Chaos, MPR Minta KBRI Lindungi WNI
4
Ingin Wujudkan Indonesia Sejahtera? Kuncinya Kata PKS: Amalkan Pancasila
Politik
22 jam yang lalu
Ingin Wujudkan Indonesia Sejahtera? Kuncinya Kata PKS: Amalkan Pancasila
5
Senator Dorong Komitmen Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Anak Didik di Tengah Pandemi
DPD RI
21 jam yang lalu
Senator Dorong Komitmen Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Anak Didik di Tengah Pandemi
6
Indonesia Buktikan Pancasila Kuatkan Masyarakat di Tengah Pandemi
MPR RI
23 jam yang lalu
Indonesia Buktikan Pancasila Kuatkan Masyarakat di Tengah Pandemi

Tiket Pesawat Sudah Lama Mahal, Presiden Jokowi Mengaku Baru Tahu dan Kaget

Tiket Pesawat Sudah Lama Mahal, Presiden Jokowi Mengaku Baru Tahu dan Kaget
Presiden Jokowi. (tempo.co)
Selasa, 12 Februari 2019 14:39 WIB
JAKARTA - Mahalnya harga tiket pesawat untuk penerbangan dalam negeri sudah berlangsung agak lama dan sudah berdampak buruk terhadap berbagai sektor. Anehnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku baru tahu dan kaget.

''Berkaitan dengan harga tiket pesawat, saya terus terang kaget,'' kata Jokowi saat menghadiri Gala Dinner PHRI di Hotel Sahid Jakarta, Senin (11/2/2019), seperti dikutip dari liputan6.com.

Mahalnya harga tiket maskapai nasional ini dikarenakan harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dari harga internasional. Jokowi mengatakan, harga avtur nasional 30 persen lebih mahal dari harga Internasional.

''Karena monopoli, harga jadi tidak kompetitif, bandingkan harga avtur di situ dengan yang di dekat-dekat lain, terpaut kurang lebih 30-an persen,'' ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, selisih harga avtur di dalam negeri dan Internasional yang terpaut jauh harus segera dibenahi. Hal ini agar tercipta daya saing yang sehat dan akhirnya harga tiket maskapai menjadi kompetitif.

''Kalau ini terus-teruskan (dibiarkan mahal), ya nanti pengaruhnya ke harga tiket pesawat. Karena harga avtur itu menyangkut 40 persen dari cost yang ada di tiket pesawat,'' jelasnya.

Jokowi mengatakan akan memberikan pilihan kepada Pertamina apakah bisa memberikan harga yang sama dengan harga internasional. Apabila Pertamina tak bisa, dia akan memberikan kesempatan ke perusahaan lain yang dapat menjual avtur di Indonesia.

''Kalau tidak bisa saya akan masukkan kompetitor lain sehingga terjadi kompetisi,'' tutupnya.

Sebelumnya, Jokowi mendapat keluhan dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani soal mahalnya harga tiket penerbangan domestik. Kepada Jokowi, Hariyadi menyebut kenaikan tiket pesawat membuat kamar hotel di daerah menjadi sepi pengunjung.

Dia mengatakan mahalnya harga tiket pesawat domestik membuat masyarakat lebih memilih untuk berlibur ke luar negeri. Hariyadi juga menyebut harga tiket pesawat yang mahal ini berdampak pada sepinya kamar hotel di daerah.

''Kondisi harga tiket yang mahal ini telah mengakibatkan berkurangnya perjalanan masyarakat yang berakibat menurunnya hunian hotel 20-40 persen,'' jelas Hariyadi di lokasi yang sama.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww