Nenek 75 Tahun di Kediri Tewas Dibunuh Kekasihnya Pemuda 26 Tahun, Pelaku Cekik Korban Usai Berhubungan Intim

Nenek 75 Tahun di Kediri Tewas Dibunuh Kekasihnya Pemuda 26 Tahun, Pelaku Cekik Korban Usai Berhubungan Intim
Dua pelaku pembunuhan Mbah Mentil di Kediri saat digelandang ke kantor polisi. (tribunnews) 
Kamis, 14 Februari 2019 19:16 WIB
KEDIRI - Nenek Sukinem alias Mbah Mentil, ditemukan tidak bernyawa di kiosnya di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (28/1/2019) lalu. Wanita berusia 75 tahun itu diduga dibunuh kekasihnya, pemuda berusia 26 tahun, bernama Dedyk Asmawan alias Glowor.

Dikutip dari tribunnews.com, polisi sudah berhasil menangkap Dedyk dan mengungkap motif pelaku membunuh korban.

Selain Dedyk, polisi juga menangkap seorang pemuda lainnya yang diduga terlibat, Ahmad Setiawan (25). Dedyk dan Setyawan merupakan warga Desa Pagu, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Dari hasil pemeriksaan petugas dan hasil visum, terungkap bahwa sebelum menghabisi Mbah Mentil, pelaku sempat berhubungan intim dengan korban.

Hal ini terungkap dari bekas ceceran sperma yang ditemukan di tubuh korban.

Setelah berhubungan badan, pelaku kemudian mencekik leher korban serta membekap hidungnya dengan kerudung korban warna coklat.

Korban tewas dengan kondisi tertelentang di kasur di kiosnya.

Kapolres Kediri AKBP Anthon Haryadi menjelaskan, kasus ini terungkap dari hasil pemeriksaan saksi dan penyelidikan petugas.

Dari keterangan saksi didapatkan informasi korban memiliki kekasih brondong alias pria yang umurnya jauh lebih muda.

Selanjutnya dilakukan pencarian terhadap pelaku di wilayah Pagu dan petugas menemukan tersangka.

Dari hasil pemeriksaan pelaku mengakui telah menyetubuhi dan mencekik leher serta menyumpal mulutnya dengan menggunakan kerudung milik korban.

Setelah korban tidak sadarkan diri, pelaku mengambil perhiasan milik korban terdiri 2 buah gelang dan 2 buah cincin emas yang terpakai di tangan korban.

Pelaku juga mengambil surat perhiasan tersebut serta uang tunai Rp1.600.000 yang diselipkan di stagen korban.

Selanjutnya korban ditutup dengan kain jarit dan tersangka pergi ke alun-alun Kota Kediri.

Aksi pelaku dibantu rekannya Ahmad Setiawan yang mengantarkannya ke kios korban di Pasar Setono Betek.

''Motif pembunuhan ini pelaku ingin memiliki perhiasan dan uang milik korban. Selain mengambil perhiasan, pelaku juga mengambil surat perhiasan,'' jelasnya.

Pelaku sudah mengetahui letak dimana korban biasa menyimpan perhiasan dan suratnya. Karena pelaku setiap bulan ketemu korban tiga sampai empat kali. ***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww