Haedar Nasir Minta Peserta Tanwir Muhammadiyah Tak Acungkan Jari di Depan Jokowi

Haedar Nasir Minta Peserta Tanwir Muhammadiyah Tak Acungkan Jari di Depan Jokowi
Presiden Joko Widodo membuka Tanwir ke-51 Muhammadiyah di Bengkulu, Jumat (15/2). (tribunnews.com)
Sabtu, 16 Februari 2019 11:03 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta peserta Tanwir ke-51 Muhammadiyah tak beraksi satu jari atau dua jari jika berfoto di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

''Khusus peserta tanwir, selamat bermusyawarah dengan spirit ukhuwah, cerdas dan produktif. Jalani persidangan dengan suasana gembira dan bahagia. Di tanwir yang mencerahkan ini bila ingin berfoto bersama, beraksilah dengan riang gembira, tak perlu sambil mengangkat tangan satu atau dua,'' kata Haedar Nashir dalam sambutannya, saat acara pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Halaman Rumah Dinas Gubernur Bengkulu, Jumat (15/2/2019), seperti dikutip dari merdeka.com.

Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu bertemakan ''Beragama yang Mencerahkan'', dihadiri dan dibuka Presiden Jokowi.

Haedar menyebut berfoto dengan aksi jari tersebut bisa mengundang diskriminasi. ''Kasihanilah nasib 9 atau 8 jari lain yang sama-sama ciptaan Tuhan. Jangan sampai kedelapan atau kesembilan jari itu meminta pertanggungjawaban karena merasa terdiskriminasi,'' katanya.

Pernyataan itu disampaikan di akhir pidato sambutannya dirangkai dengan anjuran untuk selalu tersenyum yang sedang dipraktikkan oleh anggota PP Muhammadiyah.

''Dianjurkan bersidanglah dengan tersenyum sebagaimana saat ini sedang dipraktikkan oleh anggota PP Muhammadiyah untuk belajar tersenyum 20 kali per-20 detik, sehingga selama tiga hari tanwir dapat tersenyum sebanyak 60 kali berdurasi 1.200 detik atau setara 20 menit,'' katanya.

Tersenyum, kata dia, membuat raut muka cerah, sekaligus bershadaqah sebagaimana anjuran Nabi Muhammad.

Sementara Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan, rakyat Indonesia berterima kasih atas amal usaha Muhammadiyah.

''Kita rakyat Indonesia sangat berterima kasih kepada Muhammadiyah yang berjuang untuk kemerdekaan negara ini dan meneguhkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Muhammadiyah juga melahirkan banyak pahlawan nasional, Kiai Ahmad Dahlan, Nyai Walidah Ahmad Dahlan, Kasman Singodimejo, dan lain-lain. Rakyat Indonesia juga makasih atas amal usaha Muhammadiyah," kata Presiden.

Dalam kunjungan kerjanya ke Bengkulu, Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri dan pejabat di antaranya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Selain itu hadir Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menkominfo Rudiantara dan Mendikbud Muhadjir Effendy.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww