Ustaz Irfan Hamidi Kritis Usai Diperiksa Polisi, Ribuan Umat Islam Datangi Polres Pelabuhan Belawan

Ustaz Irfan Hamidi Kritis Usai Diperiksa Polisi, Ribuan Umat Islam Datangi Polres Pelabuhan Belawan
Ribuan umat Islam berunjuk rasa di depan Polres Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Jumat (15/2/2029). (kumparan)
Sabtu, 16 Februari 2019 10:29 WIB
JAKARTA - Ribuan umat Islam mendatangi Polres Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, Jumat (15/2). Massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Bersatu itu memprotes tindakan polisi yang dinilai tidak profesional terkait pemeriksaan Ketua Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI) Sumatera Utara, Ustaz Irfan Hamidi.

Dikutip dari kumparan.com, dalam aksinya, massa mengatakan Ustaz Irfan diperiksa sebagai saksi dalam keadaaan sakit, Jumat (8/2) lalu. Usai diperiksa, kondisi Ustaz Irfan dikabarkan kritis.

Ustaz Irfan dilaporkan ke polisi karena dituduh melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap anggota Babinkamtibmas Polsek Belawan bernama Aiptu Budi yang diduga sebagai pengedar narkoba.

Koordinator aksi, Ustaz Indra Suheri menjelaskan, kasus hukum yang menimpa Ustaz Irfan bermula ketika dia mengirim pesan melalui WhatsApp kepada polisi bahwa ada dugaan penyalanggunaan narkoba yang melibatkan anggota Bhabinkamtibmas.

Ustaz Irfan hanya meneruskan inforamsi dari anggota Batalyon Angkatan Laut Belawan yang disampaikan kepadanya. Namun justru Ustaz Irfan yang dilaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan dan berkasnya dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut .

Karena itu, kata Indra Suheri, ada tiga sikap yang disampaikan massa pengunjuk rasa, yakni:

Pertama, menyatakan keberatan dan meminta pertanggujawaban kepolisian atas tindakan tidak manusiawi dan tidak profesional kepolisan dalam melakukan proses hukum terhadap Ustaz Irfan. Ustaz Irfan diperiksa dalam keadaan sakit, hingga tidak sadarkan diri atau kritis usai diperiksa.

Kedua, massa menuntut Kepolisian Resort Pelabuhan Belawan untuk mengungkap persoalan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya. Sebagaimana juga disebutkan anggota TNI Angkatan Laut Batalyon Marinir Pertahanan 1 Belawan dalam pesan WhatsApp yang disampaikan kepada Ustaz Irfan.

Ketiga, meminta kepolisian berlaku adil. Sebab, kepada sumber awal informasi WhatsApp sudah ditempuh jalan damai. Maka harusnya, juga menghentikan laporan perkara/penyidikan terhadap Ustaz Irfan.

Perwakilan massa pun diterima Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis. Ikhwan selanjutnya menemui para pengunjuk rasa.

Di hadapan ribuan massa, Indra Suheri menjelaskan bahwa kepolisian merespons dengan langkah konkret dan mengajak perwakilan massa ke Polda Sumatera Utara dalam rangka menyelesaikan perkara itu.

''Kapolres berjanji membawa perwakilan kita ke Polda untuk bertemu Kapolda pada hari Senin (18/2) pukul 10.30. Untuk itu mari kita jaga sikap dan lisan mari kita perkuat persatuan dan kesatuan umat selama proses penyelasian masalah ini serta tetap jaga kepercayaan terhadap polisi,'' ujar Indra Suheri.

Sedangkan Ikhwan berjanji akan membawa perwakilan massa ke Mapolda Sumatera Utara dalam upaya menyelesaikan masalah ini.

''Kami berjanji akan membawa perakilan ke Mapolda Sumut karena masalah ini sudah dilimpahkan ke Polda. Jadi kami harapkan kita semua bersabar agar masalah ini bisa cepat selesai,'' katanya.

Kabid Humas Bantah

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membantah Ustaz Irfan diperiksa kepolisian dalam keadaan sakit.

''Penyidik tidak mungkin melakukan pemeriksaan jika Ustaz Irfan sedang sakit,'' ujar Tatan kepada kumparan, Jumat (15/2) malam.

Tatan memastikan Ustaz Irfan dalam keadaan sehat saat akan diperiksa. ''Yang bersangkutan mengatakan sehat,'' kata Tatan.

Namun Tatan mengakui, kesehatan Ustaz Irfan sempat melemah saat diperiksa. Pihak kepolisian pun langsung memanggil dokter.

''Namun saat proses pemeriksaan dilaksanakan tiba tiba kondisi kesehatan Ustaz Irfan melemah, penyidik memanggil dokter dari Biddokes Polda Sumut dan merekomendasikan untuk dirujuk di rumah sakit,'' kata Tatan.

Saat itu menurut Tatan, Biddokes langsung menyiapkan ambulans untuk membawa Ustaz Irfan ke RS Bhayangkara.

''Tetapi pihak keluarga menolak menggunakan ambulans Biddokes dan memilih menggunakan mobil pribadi untuk membawa ke RS Colombia Asia, Medan,'' jelas Tatan.

Hingga akhirnya, kata Tatan, muncul isu yang tidak jelas bahwa polisi memeriksa Ustaz Irfan dalam keadaan sakit.***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww