Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Hukum
7 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
2
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
7 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
3
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
Politik
6 jam yang lalu
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
4
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
Politik
10 jam yang lalu
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
5
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
3 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
6
Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19
Politik
7 jam yang lalu
Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19

Menyusup ke Sarang ISIS, Jurnalis Prancis Temukan Kondisi Sangat Tidak Islami

Menyusup ke Sarang ISIS, Jurnalis Prancis Temukan Kondisi Sangat Tidak Islami
Anggota ISIS. (grid.id)
Senin, 18 Februari 2019 11:54 WIB
PARIS - Seorang jurnalis Prancis berama Ramzi nekad menyusup ke sarang ISIS. Ramzi berhasil merekam berbagai aktivitas anggota ISIS menggunakan kamera tersembunyi.

Jurnalis Muslim yang berhasil menyusup dengan cara menyamar itu, bahkan berhasil merekam rapat perencanaan serangan terhadap sebuah kelab malam.

Dikutip dari grid.id yang mengutip The Independent, rekaman tersebut bahkan ditayangkan di stasiun televisi Canal+ pada Senin lalu dengan judul ''Tentara Allah''.

Ramzi mengatakan, jaringan itu dipimpin oleh pemuda berusia 20 tahun bernama Ossama. Pemuda itu sempat ditolak masuk angkatan bersenjata Prancis.

Yang mencengangkan, alih-alih Islam taat, Ossama pernah menjadi pemuja setan atau Satanis dan pecandu alkohol.

Ossama mulai bergabung denga jaringan ini setelah berkenalan dengan kelompok Islam radikal di internet.

Dia pernah dipenjara selama enam bulan setelah ketahuan mencoba bergabung dengan ISIS. Dia dibebaskan dan wajib lapor setiap hari ke pos polisi.

Dalam sebuah rekaman tersembunyi, Ossama terlihat tersenyum saat membayangkan dirinya ditembak mati oleh polisi, seraya mengatakan ''syuhada tidak merasakan sakit''.

''Kita harus menyerang pangkalan militer. Ketika mereka makan, mereka berbaris, atau jurnalis. BFM iTele, mereka berperang melawan Islam,'' kata Ossama dalam rapat itu.

''Seperti yang mereka lakukan kepada Charlie (Hebdo). Kau harus menyerang mereka di jantungnya. Serang mereka tiba-tiba. Mereka tidak terlindungi. Ribuan warga Perancis harus mati,'' lanjut dia.

Ramzi yang berusia 29 tahun itu mengatakan, anggota jaringan tersebut merupakan pemuda tersesat dan frustasi.

''Saya tidak pernah melihat Islam dalam jaringan ini. Tidak ada niat mereka mengubah dunia. Hanya para pemuda yang tersesat, frustrasi, memiliki kecenderungan bunuh diri dan sangat mudah dimanipulasi.''

''Mereka tidak beruntung lahir di masa keberadaan ISIS. Sangat menyedihkan. Mereka adalah para pemuda yang mencari sesuatu, dan malah ini yang mereka temukan,'' lanjut dia.***

Editor:hasan b
Sumber:grid.id
Kategori:Ragam

wwwwww