TKN Sebut Jokowi Ungkapkan Fakta, Bukan Serang Pribadi Prabowo

TKN Sebut Jokowi Ungkapkan Fakta, Bukan Serang Pribadi Prabowo
Jokowi dan Prabowo bersalaman usai debat kedua Capres 2019 tadi malam. (kumparan.com)
Senin, 18 Februari 2019 09:47 WIB
JAKARTA - Pada debat kedua calon presiden (Capres) 2019 yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/2) malam, Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dinilai menyerang pribadi Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan menyebutkan Prabowo memiliki lahan ratusan ribu hektare di Kalimantan dan Aceh.

''Pembagian yang tadi sudah disampaikan 2,6 juta hektare agar produktif. Kita tidak memberikan gede-gede. Saya tahu Pak Prabowo punya lahan luas di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektare dan 120.000 hektare di Aceh Tengah. Ingat, pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan di masa pemerintahan saya,'' kata Jokowi dalam debat tersebut.

Dikutip dari kumparan.com, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Priyo Budi Santoso menyesalkan Jokowi kembali menyerang pribadi Prabowo di debat kedua.

Sekjen Partai Berkarya itu mengaku sudah menyampaikan protes ke KPU soal Jokowi yang menyinggung personal Prabowo terkait kepemilikan tanah.

''Tadi kita langsung sampaikan protes kepada KPU. Dan KPU, ketua KPU berdiri dan seterusnya adakan rapat kilat. Mereka langsung jawab,'' kata Priyo di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).

Priyo menilai tindakan Jokowi tersebut tidak etis. Ia mempermasalahkan Jokowi yang mempermalukan pribadi Prabowo dengan pernyataan tersebut, padahal dalam tata tertib debat hal itu tidak dibolehkan.

''Jawaban KPU, nanti kita rapatkan, dan mempersilahkan Bawaslu untuk tindak lanjuti dan Bawaslu kabarnya akan merapatkan masalah ini,'' tutur Priyo.

Priyo mengaku timnya sangat menyesalkan ada provokasi dan serangan terhadap pribadi Prabowo. Jokowi, menurut Priyo, seolah-olah bangga menyerang pribadi Prabowo dalam sebuah acara yang disiarkan kepada seluruh masyarakat Indonesia itu.

''Ini tudingan tidak etis,'' pungkas Priyo.

TKN Bantah

Namun, pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin membantah hal tersebut. Direktur Program TKN Aria Bima mengatakan bila yang dimaksud sebagai serangan pribadi adalah terkait kepemilikan tanah Prabowo di Kalimantan, hal tersebut masih terkait soal pembahasan debat tentang reformasi agraria dan sertifikasi tanah.

''Saya melihat bahwa ada kesan seolah-olah yang menyangkut reformasi agraria adalah hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana pembagian tanah BUMN dan bagaimana tanah-tanah rakyat itu yang awalnya tidak ada kejelasan secara legal standing ada sertifikasi,'' ujar Aria di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Ahad (17/2) malam.

''Tapi karena kemudian Pak Prabowo juga menyampaikan bahwa penguasaan lahan itu lebih dikaitkan dengan reformasi agraria adalah bagaimana kepemilikan tanah lepasan rakyat dan juga pemberdayaan tanah rakyat bukan kepada industri besar, apalagi asing,'' tambahnya.

Aria menegaskan, bahwa Jokowi tidak menyerang pribadi Prabowo, namun hanya mengungkapkan fakta.

''Prabowo juga mengakui akhirnya bahwa kepemilikan lahan yang cukup luas itu merupakan sesuatu yang nyata dan itu suatu fakta yang bukan suatu fitnah atau ungkapan yang tidak punya dasar,'' ujarnya.

''Saya kira itu bukan hoaks dan juga bukan suatu serangan pribadi karena pak Prabowo juga mengakui akhirnya bahwa kepemilikan lahan yang cukup luas itu merupakan sesuatu yang nyata,'' jelasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww