Di Hadapan Ribuan Santri, Prabowo Janji Jemput Habib Rizieq dan Bebaskan Para Ulama yang Dipenjara

Di Hadapan Ribuan Santri, Prabowo Janji Jemput Habib Rizieq dan Bebaskan Para Ulama yang Dipenjara
Kehadiran Prabowo Subianto di Pamekasan, Selasa (26/2), disambut ribuan massa. (detik.com)
Rabu, 27 Februari 2019 08:10 WIB
PAMEKASAN - Prabowo Subianto mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (26/2/2019).

Di hadapan ribuan santri Ponpes tersebut, calon presiden (Capres) nomor urut 02 itu berjanji akan menjemput Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shibab menggunakan pesawat pribadi bila dirinya terpilih sebagai presiden. Bahkan Prabowo berjanji menjemput Habib Rizieq sehari setelah terpilih.

''Sehari setelah saya terpilih, saya akan jemput Habib Rizieq. Saya akan jemput pakai pesawat pribadi saya,'' ujar Prabowo, Selasa (26/2/2019), seperti dikutip dari tribunnews.com.

Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu, juga berjanji akan membebaskan para ulama, habaib dan ustazah yang dipenjara, karena mereka tidak bersalah dan tidak layak dihukum.

''Ini janji saya kalau saya terpilih,'' beber Prabowo.

Kehadiran Prabowo di Pamekasan sempat diwarnai aksi emak-emak yang membentangkan spanduk dukungan kepada Jokowi-Maruf di depan gedung SMAN 3 Pamekasan, tempat Prabowo mendaratkan pesawat pribadinya.

Di sepanjang jalan Desa Larangan Badung menuju Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, iring-iringan rombongan Prabowo juga disambut poster-poster Jokowi-Maruf oleh warga di pinggir jalan. Namun, aksi tersebut tidak sampai menimbulkan keributan.

Dielu-elukan

Kedatangan Prabowo bersilaturahmi ke Ponpes Mambaul Bata-Bata disambut ribuan warga.

Usai Prabowo turun dari helikopter, di lapangan SMA 3 di Jalan Pintu Gerbang, Pamekasan, dan berangkat menuju Ponpes Bata-Bata berjarak sekitar 9 kilometer, warga pria dan wanita berdiri di pinggir  jalan mengelu-elukan Prabowo yang berdiri di atas mobil.

Iring-iringan mobil Prabowo Subianto yang berjalan lambat itu dimanfaatkan Capres nomor urut 02 itu untuk menyapa warga dan mengucapkan terima kasih.

Warga pun menyambut sambil mengacungkan salam khas dua jari dan menyebut Prabowo sebagai presiden berulang-ulang.

Ketika Prabowo dan rombongan tiba di pertigaan jalan menuju Ponpes Bata-Bata, ribuan warga menyemut.

Mereka memegang ponsel dan memotret Prabowo yang saat itu sibuk menyalami warga hingga menuju ponpes, yang ditemui Dewan A'wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, RH Mohammad Tohir Abd Hamid dan pengrus pondok lainnya.

Di atas panggung, di hadapan ribuan warga, Prabowo mengucapkan terima kasih terhadap sambutan masyarakatPamekasan yang meriah dan luar biasa.

''Terima kasih semua kepada masyarakat Pamekasan, terima kasih sambutannya luar biasa,'' kata Prabowo.

Dalam sambutannya yang berlangsung sekitar 15 menit itu, Prabowo mengataka, datang ke Ponpes untuk minta doa ulama, kiai, ustaz, ustazah, santri dan santriwati, bukan untuk kampanye.

Ayah dari Didit Hediprasetyo ini mengatakan aturan Pemilu tidak membolehkan kampanye politik di lembaga pendidikan dan ia menaati aturan tersebut.

Kemudian dengan lantang, Prabowo meminta media dan intel agar merekam jika dirinya  ke Ponpes hanya minta doa, bukan minta dukungan, karena aturannya melarang. Namun kalau hanya berharap agar mendapat dukungan tidak apa-apa.

Pernyataan Prabowo ini mendapat tepuk tangan dan teriakan histeris massa.

Menurut Prabowo, ke depan bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri dan tegak terhormat. Rakyat sejahtera, makmur, mendapatkan keadilan, gampang mendapatkan pekerjaan, tidak ada korupsi, sehingga bangsa ini bisa menjaga kekayaan sendiri dan tidak ingin melihat kekayaan bangsa Indonesia diambil luar negeri, tapi digunakan  untuk rakyat Indonesia.

''Di sisa umur saya ini, saya hanya berdoa kepada Allah. Ya Allah, beri saya waktu. Beri saya kesempatan untuk berbakti kepada rakyat. Saya ingin rakyat tersenyum gembira. Masyarakat dapat pekerjaan dan pendapatan yang layak,'' kata Prabowo.

''Ibu-ibu tidak menangis lagi, karena tidak dapat member makan untuk anak-anaknya. Anak muda senang, karena memiliki masa depan yang baik. Hanya itu keinginan saya, sebelum  saya dipanggil menghadap Allah,'' ujar Prabowo sambil mengucapkan kalimat takbir berulang-ulang.

Selanjutnya Prabowo bercerita tentang pengalaman dirinya saat menjadi komandan tempur. Sejak usia muda, ia beberapa kali dikirim ke beberapa daerah operasi, seperti Timor-Timur, Papua dan Aceh.

Ia memimpin banyak prajurit dari berbagai daerah, termasuk dari Madura. Prabowo mengaku bangga dan terkesan dengan prajurit dari Madura, yang dikenal fisiknya kuat, jago lari dan pandai bela diri.

Jika bertempur, berani dan cenderung nekat. Bahkan, kesan baik yang ia dapat dari prajurit  Madura, setia dan loyalitasnya tinggi.

''Kalau dalam Pilpres nanti saya menang, saya kan menjemput Habib Rizieq, menggunakan pesawat pribadi. Karena beliau itu menjadi korban fitnah dan dizalimi. Semua ulama yang dipersekusi akan kita bela dan emak-emak yang ditahan, akan saya bebaskan,'' imbuh Prabowo.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww