Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
12 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
15 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
20 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
4
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
20 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
18 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
16 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI

OPM Lepaskan Tembakan dan Bakar Ekskavator PT Istaka Karya di Distrik Yal

OPM Lepaskan Tembakan dan Bakar Ekskavator PT Istaka Karya di Distrik Yal
Anggota OPM. (beritasatu)
Kamis, 28 Februari 2019 12:35 WIB
JAYAPURA - Anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) membakar 1 unit ekskavator milik PT Istaka Karya di Distrik Yal, Kabupaten Nduga, Papua pada Rabu malam (27/2/2019).

Dikutip dari sidonews.com, Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi, mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan tentang aksi teror yang dalakukan aggota OPM tersebut.

''Ya, memang info yang kami dapat dari masyarakat memang tadi malam 27 Februari 2019 sekira pukul 20.00 WIT, KKSB melakukan aksi pembakaran 1 unit ekskavator yang sudah tidak beroperasi,'' kata Dax Sianturi dalam pernyataan tertulis yang diterima Sidonews, Kamis (28/2/2019).

Wakapendam mengatakan, tidak ada laporan bahwa terjadi kontak tembak. ''Hanya saja saat melaksanakan aksi, KKSB membuka tembakan sebanyak 2 kali. Menurut laporan, tidak ada warga dan pekerja di sekitar lokasi karena situasi sudah malam. Mereka membuang tembakan hanya utk menciptakan ketakutan terhadap masyarakat,'' timpalnya.

Sebelumnya sekitar 31 pekerja PT Istaka Karya di Distrik Mbua, Ndunga, Papua dibantai Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pembantaian ke 31 orang pekerja jembatan yang merupakan karyawan PT Istaka Karya ini diduga akibat salah satu pekerja memfoto kegiatan hari ulang tahun (HUT) OPM pada hari Sabtu 1 Desember 2018 lalu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Sindonews sebelumnya 24 orang pekerja dari PT Istaka Karya yang bertugas di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga tengah mengerjakan proyek jembatan.

Lalu diduga akibat salah satu pekerja memfoto kegiatan hari ulang tahun (HUT) OPM pada hari Sabtu 1 Desember 2018 lalu, ke-24 pekerja ini dibunuh oleh anggota KKSB pada hari Sabtu (1/12/2018). Sedangkan delapan lainnya yang sempat menyelamatkan diri dan bersembunyi di salah satu rumah anggota DPRD setempat juga dibunuh pada hari Minggu (2/12/2018) setelah dijemput oleh anggota OPM. ***

Editor:hasan b
Sumber:sidonews.com
Kategori:Ragam

wwwwww