OPM Lepaskan Tembakan dan Bakar Ekskavator PT Istaka Karya di Distrik Yal

OPM Lepaskan Tembakan dan Bakar Ekskavator PT Istaka Karya di Distrik Yal
Anggota OPM. (beritasatu)
Kamis, 28 Februari 2019 12:35 WIB
JAYAPURA - Anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) membakar 1 unit ekskavator milik PT Istaka Karya di Distrik Yal, Kabupaten Nduga, Papua pada Rabu malam (27/2/2019).

Dikutip dari sidonews.com, Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi, mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan tentang aksi teror yang dalakukan aggota OPM tersebut.

''Ya, memang info yang kami dapat dari masyarakat memang tadi malam 27 Februari 2019 sekira pukul 20.00 WIT, KKSB melakukan aksi pembakaran 1 unit ekskavator yang sudah tidak beroperasi,'' kata Dax Sianturi dalam pernyataan tertulis yang diterima Sidonews, Kamis (28/2/2019).

Wakapendam mengatakan, tidak ada laporan bahwa terjadi kontak tembak. ''Hanya saja saat melaksanakan aksi, KKSB membuka tembakan sebanyak 2 kali. Menurut laporan, tidak ada warga dan pekerja di sekitar lokasi karena situasi sudah malam. Mereka membuang tembakan hanya utk menciptakan ketakutan terhadap masyarakat,'' timpalnya.

Sebelumnya sekitar 31 pekerja PT Istaka Karya di Distrik Mbua, Ndunga, Papua dibantai Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pembantaian ke 31 orang pekerja jembatan yang merupakan karyawan PT Istaka Karya ini diduga akibat salah satu pekerja memfoto kegiatan hari ulang tahun (HUT) OPM pada hari Sabtu 1 Desember 2018 lalu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Sindonews sebelumnya 24 orang pekerja dari PT Istaka Karya yang bertugas di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga tengah mengerjakan proyek jembatan.

Lalu diduga akibat salah satu pekerja memfoto kegiatan hari ulang tahun (HUT) OPM pada hari Sabtu 1 Desember 2018 lalu, ke-24 pekerja ini dibunuh oleh anggota KKSB pada hari Sabtu (1/12/2018). Sedangkan delapan lainnya yang sempat menyelamatkan diri dan bersembunyi di salah satu rumah anggota DPRD setempat juga dibunuh pada hari Minggu (2/12/2018) setelah dijemput oleh anggota OPM. ***

Editor:hasan b
Sumber:sidonews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoNews Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoNews Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoNews Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoNews Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoNews Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoNews Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoNews Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoNews Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoNews Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoNews Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoNews Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoNews Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoNews Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoNews KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoNews KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww