Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
20 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Peristiwa
11 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
3
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
Politik
11 jam yang lalu
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
4
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
Kesehatan
11 jam yang lalu
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
5
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Politik
10 jam yang lalu
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
6
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Politik
11 jam yang lalu
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial

Simpati dengan Kisah Pilu Tukang Becak yang Dipenjara 1,5 Tahun, Warga Galang Donasi Online, Terkumpul Rp740 Juta

Simpati dengan Kisah Pilu Tukang Becak yang Dipenjara 1,5 Tahun, Warga Galang Donasi Online, Terkumpul Rp740 Juta
Istri Rasilu bersama lima anaknya. (suara.com)
Kamis, 07 Maret 2019 13:37 WIB
AMBON - Hukuman 1,5 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, Maluku kepada Rasilu, menjadi malapetaka bagi keluarga tukang becak tersebut.

Rasilu tak bisa lagi menafkahi keluarganya yang tinggal di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Anak-anaknya terancam putus sekolah.

Dikutip dari suara.com, kisah pilu Rasilu bermula ketika ia mengantarkan seorang penumpang. Tiba-tiba becak yang dikendarainya nyaris diserempet mobil, dia pun berusaha menghindar secara mendadak. Namun malang, becaknya terbalik.

''Saya berusaha menghindari mobil yang hampir menyerempet. Kondisi jalan licin karena hujan. Becak saya terbalik. Saya dan penumpang terjatuh,'' ujar Rasilu.

Nyawa sang penumpang becak tidak bisa diselamatkan. Ia meninggal 15 menit setelah tiba di rumah sakit.

Meski keluarga korban tidak menuntut, bahkan telah memberikan surat pernyataan kepada majelis hakim, Rasilu tetap dituntut 2 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang pada Kamis (14/2).

''Kehidupan saya di becak, bagaimana anak-anak saya sekolah,'' ucap Rasilu dengan nada getir.

Diketahui, putri pertama Rasilu bernama Aisa (14) duduk di bangku kelas 3 SMP. Anak keduanya, Anggun (13) siswi kelas 2 di SMP Wamolo, lalu Haliza (9) duduk di bangku kelas 3 SD 14 Lakudo, Muhamad Alif (7) baru akan bersekolah dan Ahmad baru berusia 1 tahun.

Donasi Online

Kisah Rasilu menuai simpati dari khalayak ramai. Berbagai bantuan datang, termasuk donasi online yang digalang di situs kitabisa.com.

Dari pantauan suara.com, Rabu (6/3/2019) pagi pukul 8.00 WIB, donasi untuk keluarga Rasilu sudah mencapai Rp700 juta lebih tepatnya senilai Rp740.360.137.***

Editor:hasan b
Sumber:suara.com
Kategori:Ragam

wwwwww