Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
19 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
20 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
19 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
18 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
19 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
20 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa

WNI yang Jadi Korban Ethiopian Airlines Seorang Wanita yang Bekerja untuk World WFP PBB

WNI yang Jadi Korban Ethiopian Airlines Seorang Wanita yang Bekerja untuk World WFP PBB
Puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh, ditemukan di Hejere, 50 km dari Addis Ababa, Kenya. (republika.co.id)
Senin, 11 Maret 2019 09:17 WIB
JAKARTA - Salah seorang warga negara Indonesia (WNI) dipastikan menjadi korban tewas akibat jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines di dekat Kkota Bishoftu, 62 kilometer di sebelah tenggara ibu kota Etiopia, Addis Ababa, Ahad (10/3).

Dikutip dari republika.co.id, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengonfirmasi WNI korban pesawat Ethiopian Airlines adalah seorang wanita yang bekerja untuk World Food Program (WFP) Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kemenlu RI pada Senin (11/3), Kemenlu mendapat informasi korban tinggal di Roma Italia.

Duta Besar RI di Roma telah bertemu dan menyampaikan duka cita mendalam pada keluarga korban. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma akan terus berkoordinasi dengan keluarga korban, KBRI Addis Ababa, dan Kantor WFP Roma untuk pengurusan jenazah, serta dukungan bagi keluarga.

Kemenlu menyatakan Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines di Addis Ababa.

Pesawat milik maskapai Ethiopian Airlines dengan rute penerbangan Adis Ababa-Nairobi jatuh enam menit setelah lepas landas, Ahad (10/3). Pesawat dengan nomor penerbangan ET-302 itu jatuh di dekat Kkota Bishoftu, 62 kilometer di sebelah tenggara ibu kota Etiopia, Addis Ababa.

''Pesawat membawa 149 penumpang dan delapan awak di dalamnya,'' kata juru bicara Ethiopian Airlines kepada Reuters, kemarin.

Serupa juga dengan penerbangan Lion Air JT-610, diperkirakan tak ada yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Pihak maskapai menambahkan, para penumpang berasal dari 35 kebangsaan yang berbeda. Di antaranya merupakan 32 warga negara Kenya dan 17 warga negara Etiopia. Media China, Global Times, juga melaporkan ada delapan warga China dalam ET-302.

Menurut keterangan Ethiopian Airlines, pesawat lepas landas sekitar pukul 08.38 pagi waktu setempat. Enam menit kemudian kontak dengan pesawat terputus. Menurut monitor lalu lintas udara Flightradar 24, pesawat itu menunjukkan kecepatan vertikal yang tidak stabil setelah lepas landas. Namun, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan pesawat tersebut jatuh. ***

Editor:hasan b
Sumber:republik.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww