Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Protokol New Normal Driver Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri
Ekonomi
7 jam yang lalu
Protokol New Normal Driver Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri
2
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan 'New Normal'
DPR RI
8 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan New Normal
3
Satgas Covid-19 DPR Tegaskan Pentingnya Satu Panduan Protokol Kesehatan Masuki 'New Normal'
DPR RI
8 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR Tegaskan Pentingnya Satu Panduan Protokol Kesehatan Masuki New Normal
4
Satgas Covid-19 DPR Terima Paparan Data Pandemi dari Kemenkes
DPR RI
7 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR Terima Paparan Data Pandemi dari Kemenkes
5
Inikah 'New Normal' di DPR? Penggunaan 'Smartcard' dan Penerapan 'Paperless'
DPR RI
4 jam yang lalu
Inikah New Normal di DPR? Penggunaan Smartcard dan Penerapan Paperless
6
Perlindungan ABK Perikanan Lemah, KLC Desak Pemerintah Lakukan Ini...
Umum
9 jam yang lalu
Perlindungan ABK Perikanan Lemah, KLC Desak Pemerintah Lakukan Ini...

Mati Mesin, Kapal Pesiar Mengangkut Warga Asing dan WNI Karam di Laut Banda

Mati Mesin, Kapal Pesiar Mengangkut Warga Asing dan WNI Karam di Laut Banda
Ilustrasi kapal karam. (mediaindonesia.com)
Kamis, 14 Maret 2019 18:21 WIB
AMBON - Kapal pesiar KM Mersia karam di Laut Banda, Maluku, Kamis (14/3). Sebelum karam, kapal naas itu dikabarkan mati mesin dan terombang-ambing.

Dikutip dari liputan6.com, kapal yang berangkat dari Tulehu tujuan Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku itu mengangkut 14 penumpang, 5 diantaranya warga negara asing (WNA).

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (14/3/2019), lima WNA yang berada di dalam kapal berasal dari Belanda, Filipina, Qatar, dan Republic of Seychelles. Selain lima WNA, ada satu pemandu wisata dan delapan anak buah kapal asal Indonesia.

Keempat belas korban akhirnya selamat setelah ditolong Tim SAR Ambon dengan Kapal Negara SAR 235 Abimanyu.

Kapal KM Mersia jenis pinisi berangkat hari Rabu sekitar pukul 19.00 WIT dari Pelabuhan Tulehu menuju Pulau Manuk. Namun dalam perjalanan mesin kapal mati dan kapal terombang ambing. Tak lama kemudian kapal tenggelam dan seluruh penumpang berupaya menyelamatkan diri dengan life craft.

Kantor Basarnas Ambon Baru menerima kabar dari agen Kapal KM Mersia pada Kamis pagi dan langsung menuju ke lokasi kecelakaan di koordinat: 4°21.239 S-128°09'.663 E, jarak tempuh sekitar dua jam untuk memberikan pertolongan.

Penyebab kapal tenggelam belum diketahui. Namun, proses penyelidikan dilakukan oleh pihak Basarnas, Kesyahbandaran, dan Dinas Perhubungan Maluku. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww