Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
19 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
20 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
19 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
18 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
19 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
20 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa

Orangutan dan Bayinya Disiksa Secara Keji di Aceh, 74 Peluru Bersarang di Tubuh dan Matanya

Orangutan dan Bayinya Disiksa Secara Keji di Aceh, 74 Peluru Bersarang di Tubuh dan Matanya
Orangutan yang disiksa secara keji di Aceh. (tribunaceh.com)
Kamis, 14 Maret 2019 17:20 WIB
BANDA ACEH - Seekor induk oangutan dan bayinya dalam kondisi sekarat dievakuasi dari kebun milik warga di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, Ahad (10/3/2019).

Dikutip dari liputan6.com, kedua orangutan itu merupakan korban penyiksaan sangat sadis. Pada sekujur tubuh induk oangutan bersarang 74 peluru senapan angin. Tiga peluru diantaranya bersarang di matanya.

Proses evakuasi dilakukan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh setelah menerima laporan adanya orangutan terisolasi di areal kebun milik warga.

Dalam rekaman video milik tim dari BKSDA Aceh, dalam proses penyelamatan, hanya induk orangutan yang bisa sampai di balai pengobatan. Kondisi induk pun kritis karena ada tiga peluru bersarang di mata yang membuatnya buta total.

Sementara, bayi orangutan yang diperkirakan berusia satu bulan mati dalam perjalanan menuju lokasi perawatan. Bayi orangutan diduga kekurangan nutrisi dan mengalami shock berat.

Dari hasil pemeriksaan tim dokter, 74 peluru yang bersarang di tubuh induk orangutan yang tersebar dari kaki hingga mata. Dari jumlah itu, hanya enam peluru yang berhasil dikeluarkan.

Selain luka tembak, induk orangutan juga penuh luka sabetan benda tajam yang diduga dari dodos atau alat pemetik pemanen sawit.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww