Calon Pendeta Melinda Zidemi Mengaku Sedang Haid Saat Akan Diperkosa, Pelaku Malah Mengikat Korban

Calon Pendeta Melinda Zidemi Mengaku Sedang Haid Saat Akan Diperkosa, Pelaku Malah Mengikat Korban
Melindawati Zidemi. (tribunnews)
Jum'at, 29 Maret 2019 15:42 WIB
PALEMBANG - Calon pendeta Melindawati Zidemi (24) ditemukan tewas dengan kondisi tanpa busana di tengah areal perkebunan di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, beberapa hari lalu.

Dikutip dari grid.id, kurang dari 48 jam, tim gabungan Polda Sumatera Selatan serta Polres Ogan Komering Ilir berhasil mengetahui identitas pelaku, yakni Nang dan Hendri. Identitas pelaku terungkap setelah polisi memeriksa lima saksi, termasuk Nita Pernawan (9), gadis kecil yang berhasil selamat dari insiden pembunuhan tersebut.

Polisi kemudian berhasil membekuk kedua orang terduga pelaku.

Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Doni Eka Saputra mengatakan, keduanya ditangkap di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, Rabu (27/3/2019).

Keduanya sempat menyangkal jika telah menghilangkan nyawa Melindawati Zidemi.

Namun, ada saksi lain yang rupanya melihat Hendri dan Nang berada di lokasi kejadian saat mereka membunuh Melindawati Zidemi.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, kedua pelaku merupakan buruh yang bekerja di perkebunan sawit dan sama-sama berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

''Iya berkat tim di lapangan dan masyarakat pelaku sudah ditangkap. Inisialnya N dan H. Iya benar (buruh perkebunan sawit),'' kata Supriadi saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (28/3/2019).

Pengakuan pelaku sempat terekam video dan dibagikan oleh akun @palembang_bedasau melalui akun media sosial Instagram pada Kamis (28/3/2019).

Dalam video tersebut tampak seorang pelaku digotong dari dalam ambulans dengan keadaan kaki pincang dibalut perban yang penuh darah dan satu pelaku menggunakan kursi roda.

Saat dimintai keterangan, salah seorang pelaku bernama Nang awalnya mengaku tak kenal.

Setelah didesak, akhirnya ia mengaku sebagai tetangga korban dan sudah kenal selama setengah bulan.

''Sudah setengah bulan,'' katanya.

Nang juga mengaku melakukan perbuatannya karena mencintai Melindawati Zidemi.

Ketika keduannya akan memperkosa korban, Melindawati sempat menyatakan bahwa dirinya sedang haid.

Tak percaya dengan pernyataan korban, kedua pelaku mengikat Melindawati untuk memastikannya.

Saat itu korban meronta untuk melawan hingga membuka penutup kepala Hendri yang ternyata juga dikenali oleh Melindawati.

''Ini ketahuan Pak (menunjuk temannya). Ketahuan sama dia, penutup mukanya terlepas,'' aku Nang

Kedua pelaku kemudian membunuh korban karena tidak ingin dilaporkan ke polisi.***

Editor:hasan b
Sumber:grid.id
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww