Hasil Penyidikan, Calon Pendeta Melinda Tidak Diperkosa, Begini Penjelasan Kapolda Tentang Sperma di Tubuh Korban

Hasil Penyidikan, Calon Pendeta Melinda Tidak Diperkosa, Begini Penjelasan Kapolda Tentang Sperma di Tubuh Korban
Melindawati Zidemi. (tribunnews)
Jum'at, 29 Maret 2019 18:04 WIB
PALEMBANG - Hasil penyidikan yang dilakukan polisi mengungkapkan, calon pendeta Melindawati Zidemi (24) tidak diperkosa sebelum dibunuh.

Kedua tersangka, yakni Hendri (18) dan Nang (20), batal mengurunkan niatnya memperkosa setelah mengetahui korban sedang datang bulan (haid).

Dikutip dari merdeka.com, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, dugaan sebelumnya disebutkan ada tindak pidana perkosaan dalam pembunuhan itu. Sebab, dokter menemukan bercak sperma dan kerusakan di kemaluan korban.

''Ternyata, faktanya tidak ada perkosaan. Korban tidak diperkosa kedua pelaku,'' ungkap Zulkarnain, Jumat (29/3).

Dikatakannya, saat kejadian korban sedang haid yang membuat kedua tersangka batal memperkosa. Hanya saja, korban sempat dicabuli dalam kondisi hidup dan terikat.

Saat melakukan aksi pencabulan itu, penutup wajah tersangka tersingkap. Sehingga sempat terlihat oleh korban. Lalu kedua tersangka mencekik korban hingga tewas.

''Mereka takut dikenali, akhirnya membunuh,'' ucapnya.

Tersangka Turut Cari Jenazah Korban

Hendri dan Nang tak menunjukkan sikap kecurigaan usai membunuh Melindawati Zidemi. Bahkan, mereka sempat turut mencari korban bersama warga.

''Ternyata kedua tersangka ini ikut mencari juga, pura-pura tidak tahu agar tidak dicurigai,'' ungkap Zulkarnain, Jumat (29/3).

Setelah melakukan penyelidikan, penyidik memeriksa empat orang saksi, termasuk kedua tersangka. Dinilai cukup bukti dan dikuatkan dengan keterangan saksi lain, akhirnya mereka ditetapkan tersangka.

''Dan dari pemeriksaan lanjutan, kedua tersangka mengakui sebagai pelakunya,'' kata dia.

Kedua tersangka merupakan buruh petik sawit di PT PSM Sungai Baung. Sementara korban bertugas melayani jemaat di Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) setempat.

''Korban dan kedua tersangka tinggal di satu basecamp. Sering ketemu,'' ucapnya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
wwwwww