Turut Berduka, Anies Baswedan Ikut Gotong Keranda Jenazah Petugas Penyapu Jalan yang Jadi Korban Tabrak Lari

Turut Berduka, Anies Baswedan Ikut Gotong Keranda Jenazah Petugas Penyapu Jalan yang Jadi Korban Tabrak Lari
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan ikut menggotong keranda jenazah petugas PPSU yang menjadi korban tabrak lari. (grid.id)
Minggu, 31 Maret 2019 16:08 WIB
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyatakan turut berduka cita atas wafatnya Naufal Rosyid (24), petugas Penanganan Prasaran dan Sarana Umum (PPSU/penyapu jalan).

Naufal wafat setelah ditabrak orang tak dikenal saat bekerja di bawah Jalan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Pelakunya langsung melarikan diri usai menabrak Naufal.

''Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. ?Tadi kami takziyah ke keluarga ini. Rumahnya di tengah kampung, lewat gang sempit," tulis Anies di akun Instagram-nya, Ahad (31/3/2019), seperti dikutip dari sindonews.com.

Anies menjelaskan, saat dirinya bertakziyah ke rumah Naufal, kedua orang tua korban tampak tabah. Namun, kesedihan tetap terpancar dari wajah orang-orang yang mencintai Naufal.

''Wajah duka terlihat di warga sekampung itu. Ibunya tabah, ayahnya pula. Tampak ada duka tapi ada juga iman. Saat kafan dibuka, wajah almarhum jernih ada senyum. InsyaAllah penanda ia husnul khatimah,'' tulisnya.

Anies meminta, semua pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan bila melihat ada petugas bekerja di jalan raya. Dikatakannya, para petugas PPSU itu menggunakan reragam mereka berwarna terang saat bekerja.

''Dan jadi bercahaya bila terkena lampu di saat gelap. Ingat, setiap petugas itu punya ibu, ayah, anak, istri, suami dan keluarga. Bantu pastikan mereka, yang bekerja untuk kita semua ini, bisa pulang ke rumah dengan selamat,'' tutur Anies.

Pada foto yang diunggahnnya, terlihat Anies ikut menggotong keranda jenazah Naufal.

Berikut tulisan lenngkap Anies di akun Instagram-nya:

''Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.?

Hai kau pengemudi motor. Ketahuilah petugas penyapu jalan yang kau tabrak itu hari ini dikuburkan. Kau tabrak dia hari Selasa Subuh, 26 Maret. Lalu kau lari. Kau tega meninggalkan anak manusia terkapar tak berdaya di jalan raya. ? ?

Naufal Rosyid ditemukan terkapar di tepi jalan. Masih dengan sapu dan seragamnya. Di bawah jalan layang Pasar Rebo. Tak sadarkan diri. Pukul 5.30 pagi dia ditemukan oleh kawan kerjanya. ? ?

Pagi itu sejak masih gelap. Naufal, anak umur muda 24 tahun ini sudah berada di jalan raya. Dia dan puluhan ribu petugas sejak pukul 3 pagi sudah bangun. Mereka yang paling berpeluh memastikan jalanan bersih. Demi kenyamaan jutaan orang melintas menuju kerja. Jika ada yg kebetulan tersisa, sebagian pelalulalang akan dengan ringan memaki lewat jempol tangannya di media sosial seakan tak membayangkan beratnya mereka bekerja.? ?

Subuh itu, teman-teman kerjanya sesama petugas kebersihan, melarikan korban ke RS Pasar Minggu. Tim dokter bekerja keras, dioperasi karena ada pendarahan di otak. Kondisinya berat. ? ?

Ibunya mencintai Naufal, tapi Allah lebih mencintainya. Panggilan pulang ke Rahmatullah yang ia songsong. Ia pulang ke Ibunya. Tapi ibunya di rumah hanya bisa menyambut anaknya sebagai jenazah. ? ? Tadi kami takziyah ke keluarga ini.

Rumahnya di tengah kampung, lewat gang sempit. Wajah duka terlihat di warga sekampung itu. Ibunya tabah, ayahnya pula. Tampak ada duka tapi ada juga iman. Saat kafan dibuka, wajah almarhum jernih ada senyum. InsyaAllah penanda ia husnul khatimah. ? ?

Untuk semua pengguna jalan. Kurangi kecepatan bila melihat ada petugas bekerja di jalan raya. Seragam mereka berwarna terang. Dan jadi bercahaya bila terkena lampu di saat gelap. Ingat, setiap petugas itu punya ibu, ayah, anak, istri, suami dan keluarga. Bantu pastikan mereka, yang bekerja untuk kita semua ini, bisa pulang ke rumah dengan selamat. ? ?

Dan kau penungggang kendaaran tak dikenal itu... Ingatlah bahwa kau bisa lari pagi itu, tapi kau tidak bisa lari dari pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil.''***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww