Bandara Diserang dari Udara, Ribuan Penumpang Dievakuasi

Bandara Diserang dari Udara, Ribuan Penumpang Dievakuasi
Bandara Mitiga di Tripoli Libya mendapatkan serangan udara. (libyanexpress.com)
Selasa, 09 April 2019 13:59 WIB
TRIPOLI - Penerbangan di Bandara Internasional Mitiga di Tripoli, Libya, dibatalkan dan ribuan penumpang dievakuasi, Senin (8/4), karena adanya serangan udara terhadap Bandara tersebut.

Dikutip dari merdeka.com, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan udara ke satu-satunya bandara yang berfungsi di ibu kota Libya tersebut. PBB menuding serangan udara itu dilakukan oleh pasukan yang setia kepada Jenderal Khalifa Haftar, seorang komandan dari timur yang berusaha merebut ibu kota Libya.

Seorang juru bicara pasukan Jenderal Haftar mengatakan pesawat sipil belum menjadi sasaran, lapor kantor berita Reuters.

Jenderal Haftar, yang memimpin Tentara Nasional Libya (LNA), menyatakan perlawanan untuk mengambil alih Tripoli dari pemerintah Libya yang didukung PBB pekan lalu.

Oleh pemerintahan Perdana Menteri Fayez al-Serraj, Jenderal Haftar dituduh berusaha melakukan kudeta. Setidaknya 2.800 orang sejauh ini melarikan diri dari pertempuran di Tripoli, kata PBB.

Selain itu, PBB juga memperingatkan bahwa masih banyak orang yang berisiko terputus dari layanan vital, misalnya listrik dan air, karena bentrokan yang kian meluas.

Utusan pemerintah Libya untuk PBB, Ghassan Salame mengatakan, serangan udara pada Senin melanggar hukum humaniter yang melarang serangan terhadap infrastruktur sipil.

Salame mengatakan, pemboman itu menandai ''meningkatnya kekerasan di darat''.

Sementara itu, berbagai negara telah mulai mengevakuasi personelnya keluar dari Libya dalam beberapa hari terakhir, karena situasinya kian memburuk.

Data Kementerian kesehatan Libya menyebutkan, sedikitnya 25 orang tewas dan 80 lainnya cedera, termasuk warga sipil dan tentara pemerintah. Di lain pihak, pasukan pendukung Jenderal Haftar mengatakan mereka telah kehilangan setidaknya 19 personel dalam bentrokan yang sama.

Sebelumnya, PBB sempat menyerukan gencatan senjata selama dua jam pada Ahad untuk memungkinkan evakuasi korban dan warga sipil, namun pertempuran terus berlanjut.

Libya telah dihancurkan oleh kekerasan, ketidakstabilan politik dan perebutan kekuasaan sejak penguasa lama Moamar Khadafi digulingkan dan dibunuh pada 2011.

Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) telah dibentuk sejak perundingan damai pada 2015, dan mendapat dukungan luas dari PBB. Meski begitu, mereka kerap mengalami kesulitan dalam mengendalikan kekuasaan nasional.

Jenderal Haftar yang bersekutu dengan oposisi, terus berupaya merebut kendali atas Tripoli dari basis mereka di Kota Tobruk, di Libya timur.

Jauh sebelum konflik memanas, Jenderal Haftar adalah sosok yang membantu Khadafi merebut kekuasaan pada 1969. Namun, pengaruh fenomena Arab Spring membuat keduanya jatuh, dan ia pergi ke pengasingan di Amerika Serikat.

Jenderal Haftar kembali ke Libya ketika pemberontakan melawan Khadafi dimulai pada hampir satu dekade lalu, dan ia beralih menjadi komandan pemberontak.

Sejak itu, dia dan pasukan LNA-nya terus meraih dukungan luas, hingga pada awal tahun ini, berhasil merebut wilayah selatan Libya yang kaya akan ladang minyak.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Brigade Meo, Begini Kata Kabid Humas Polda NTT
GoNews Batal Jadi Paskibraka karena Digantikan Anak Bupati, Koko Bisa Hadir di Istana dan Bersalaman dengan Jokowi
GoNews Digagalkan Jadi Paskibraka Labuhanbatu, Koko Malah Jadi Petugas Upacara HUT RI di Jakarta dan Hadir di Istana
GoNews Setelah Gas Air Mata Ditembakkan ke Asrama, 43 Mahasiswa Papua Menyerah dan Diangkut ke Mapolrestabes Surabaya
GoNews Kapal Bermuatan 80 Penumpang Terbakar di Perairan Tapulaga, 7 Orang Tewas dan Puluhan Hilang
GoNews Veteran Duduk Paling Belakang Saat Upacara HUT RI di Istana Negara, Cucu Jenderal Sudirman Mengaku Sedih
GoNews 12 Prajurit TNI Dihadang Kelompok Bersenjata di Trans Wamena-Habema, 2 Tertembak
GoNews Diledek Gemuk Ketika Ingin Makan Es Krim, Gadis 14 Tahun Tusuk Pacarnya Hingga Tewas
GoNews Upacara HUT ke-74 RI di Pulau Reklamasi, Anies Baswedan: Ini Tanah Air Kita
GoNews Begini Penampakan Pesawat Bermuatan 233 Penumpang yang Mendarat Darurat di Ladang Jagung
GoNews Kawanan Burung Camar Tersedot Mesin, Pesawat Bermuatan 233 Penumpang Mendarat di Ladang Jagung
GoNews Gunakan Air Suci Pura Basuh Bokong, Bule Ceko Jalani Hukuman Adat di Ubud, Ini Penampakannya
GoNews Jokowi Ingatkan, Eksekutif dan Legislatif Tak Perlu Studi Banding, Semua Informasi Ada di Smartphone
GoNews Begini Posisi Gadis Remaja Inggris Saat Ditemukan Tim Pendaki Malaysia di Hutan, Seperti Orang Sedang . . . .
GoNews Gadis Remaja Inggris Ditemukan Tanpa Busana di Hutan Malaysia, Ini Penyebab Kematiannya Menurut Hasil Autopsi
GoNews Jokowi Imbau Mal Utamakan Jual Produk-produk Lokal
GoNews Terima Suap Rp1,8 M, 4 Pegawai Kemenkeu Rekayasa Pajak Perusahaan Diler Mobil Mewah
GoNews Waspadai Pencurian Mobil Gunakan Obat Perangsang, Begini Modusnya
wwwwww