UAS Difitnah, Ustaz Felix Siauw: Kampanyenya Perangi Hoax, Pendukungnya Paling Aktif Tebar Hoax

UAS Difitnah, Ustaz Felix Siauw: Kampanyenya Perangi Hoax, Pendukungnya Paling Aktif Tebar Hoax
Ustaz Felix Siauw. (eramuslim)
Minggu, 14 April 2019 13:22 WIB
JAKARTA - Akun Twitter Said Didu, @saididu, diretas sejak Sabtu (13/4/019). Unggahan yang muncul pada akun tersebut berisi fitnah keji terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS).

Dikutip dari pojoksatu.id, Ustaz Felix Siauw menyindir kelompok yang memfitnah UAS tersebut. Menurutnya, kelompok itu selalu marah karena menganggap diserang hoaks dan fitnah. Herannya, kelompok itu justru yang paling aktif menyebar hoaks dan fitnah di media sosial.

Kelompok itu, kata Felix, sering mengimbau agar masyarakat tidak melakukan ujaran kebencian, tetapi justru mereka yang paling aktif mengucapkan kata-kata kasar, seperti ganyang.

Felix melanjutkan, kelompok itu juga sering mengajak agar jangan melakukan politisasi agama dan menjadikan masjid sebagai sarana politik praktis. Namun dia juga yang ngamplop di depan kamera.

Kelompok itu, kata Felix, menuduh orang lain otoriter, tapi akun-akun yang berseberangan di-takedown. Nasihat pun dibilang makar.

Berikut ini postingan lengkap Ustaz Felix Siauw di akun Instagram pribadinya, Ahad 14 April 2019:

Maling Teriak Maling

Marah-marah, katanya difitnah, jadi korban hoax, lalu mau melawan. Kampanyenya memerangi hoax. Herannya, para pendukungnya paling aktif menebar hoax

Katanya, jangan ungkapan kebencian. Tapi kata-kata bunuh, ganyang, persekusi pengajian, menganiaya petugas, menyerang ormas, juga dari pendukungnya

Ujarnya jangan politisasi agama, jangan jadikan masjid sarana politik praktis. Tapi justru ngamplop di depan kamera, tebar fitnah ke istilah syariah-khilafah

Tuduhannya, orang lain yang otoriter, yang mengekang kebebasan. Tapi akun-akun yang berseberangan di takedown, nasihat dibilang makar.

Sudah Disiapkan

Sebelumnya, menanggapi fitnah terhadap dirinya, melalui akun pribadinya di Instagram, @ustadzabdulsomad, UAS menyatakan, fitnah terhadap dirinya itu sudah dipersiapkan secara matang sebelum dia bertemu calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

''Apa yang terjadi pada saya, kuserahkan semua pada Engkau ya Allah, yang penting sudah ku sampaikan,'' kata UAS, Ahad (14/4/2019).

UAS menambahkan, fitnah itu menunjukkan bahwa akal tidak lagi mengikat nafsu. Namun dia tetap berharap masyarakat Indonesia menjaga NKRI.

''Menjadi marah, hanya karena berbeda pilihan. Lalu marah berubah menjadi fitnah. Menunjukkan akal tak lagi mengikat nafsu. Semoga kita tetap jaga NKRI, dengan ke lapangan hati,'' katanya.

Dikatakan UAS, Pilpres 2019 telah menunjukkan siapa sesungguhnya kawan sejati dan siapa lawan yang selama ini berpura-pura menjadi kawan.

''Pilpres tetap ada lima tahun sekali dari dulu hingga kini. Pilpres 2019 bagi UAS memperlihatkan mana teman sejati, mana lawan berbaju kawan selama ini,'' imbuhnya.

''Air selalu mengalir, dia tidak bisa ditahan. Ketika dia ditahan, maka dia akan menjadi sebuah perlawanan yang besar,'' tandas UAS.

Sebelumnya, UAS difitnah melalui akun mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu yang telah diretas.

Di akun tersebut disebutkan UAS memiliki istri tiga dan rumah mewah di Kampar.

Foto-foto dan nama yang disebut peretas istri UAS juga diunggah. Ketiga nama itu, yakni Masyitoh, Mellya Juniarti dan Diana Tabrani.

''Dengan Pendapatan Fantastis dari Channel Youtube Hasil Ngibulin UMAT Nyatanya tidak cukup untuk biayai ISTRI Pertama dan Kedua UAS. Tentu ‘Nawir’ Memiliki Peranan Penting Pegang Kunci Boroknya UAS. ISTRI tidak dinafkahi lalu berselingkuh dengan DIANA intel 08,'' cuit peretas di akun @saididu. ***

Editor:hasan b
Sumber:pojoksatu.id
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww