Cari Jalan Gunakan Google Maps, Pria Ini Temukan Istrinya Berpelukan dengan Selingkuhan, Begini Ceritanya

Cari Jalan Gunakan Google Maps, Pria Ini Temukan Istrinya Berpelukan dengan Selingkuhan, Begini Ceritanya
Ilustrasi. (kompas.com)
Senin, 15 April 2019 17:11 WIB
LIMA - Sepasang suami istri di Peru bercerai gara-gara aplikasi Google Street View yang merupakan fitur dari Google Maps.

Dikutip dari grid.id yang melansir dari intisari, sang suami menemukan foto istrinya sedang berpelukan dengan pria lain, melalui Google Maps

Awalnya pria itu sedang mencari jalan untuk mencapai jembatan populer di Lima, ibu kota Peru, ketika itu ia melihat sosok yang dikenalnya di salah satu foto Google Street View.

Foto itu menunjukkan seorang wanita dengan atasan putih, celana jin, dan memakai sepatu hak tinggi, duduk di bangku sedang membelai rambut seorang pria yang sedang berbaring dengan kepala di pangkuannya.

Pria itu memperhatikan bahwa pakaian yang dikenakan oleh wanita itu sama dengan yang dipakai oleh istrinya pada beberapa kesempatan.

Ketika ia melihat lebih dekat, ia menyadari bahwa betul, itu memang istrinya.

Foto-foto itu diambil oleh mobil kamera Google di Puente de los Suspiros de Barranco (Bridge of Sighs of the Ravine, di kota Lima pada tahun 2013.

Pria itu dengan marah mengkonfrontasi istrinya atas bukti ketidaksetiaannya di masa lalu, dan istrinya itu pun mengaku telah berselingkuh.

Pasangan yang tidak disebutkan namanya itu kemudian bercerai, demikian dilaporkan oleh media berita lokal.

Pria itu berbagi foto di media sosial. Para follower-nya berkomentar bahwa ''itu adalah dunia yang kecil'' dan mengumpat pada istrinya karena tidak jujur pada suaminya sebelum ketahuan.

Sang istripun tampaknya tak bisa mengelak atas temuan itu.

Pasalnya, seperti dikutip dari Nextren, untuk mengambil foto-foto di berbagai belahan dunia Google menggunakan alat canggih yang dikerjakan secara manual.

'Alat Ajaib' tersebut bernama Trekker. Sebuah alat yang bisa dipasang di ransel, skuter/sepeda, dan lain-lain.

Google merekrut orang-orang tertentu untuk mengambil gambar dengan Trakker.

Bahkan pelosok-pelosok gang kecil di indonesia juga tak luput dari penjelajahannya.

Trekker inilah yang menjadi otak di balik Google Street View.

Alat ini memiliki 15 lensa dengan sudut pandang berbeda antara satu dengan lainnya. Hal ini memungkinkan platform tersebut untuk memproduksi tampilan panorama 360 derajat.

Menariknya, seluruh lensa khusus dibuat oleh Google sendiri dan tidak untuk dikomersialkan.

Trekker secara otomatis mengambil foto dari masing-masing 15 lensa setiap 2,5 detik.

Pada 2017 Google membenamkan teknologi barunya. Trekker bisa dipakai merekam gambar dalam resolusi high definition (HD).

Artinya, pengguna Street View nanti akan bisa melihat gambar dengan warna lebih bening, jelas dan lebih detail.

Selain itu, Google juga membuat kamera ini bisa menyuplai data mentah untuk diolah menjadi algoritma image recognition.

Teknologi ini akan bermanfaat untuk memastikan atau mencocokkan data dan informasi bisnis dalam peta, misalnya seperti nama tempat, jam buka, metode pembayaran yang diterima, serta berbagai hal lain.

Meski trakker memiliki teknologi canggih, namun rupanya dalam mengambil foto Google punya kode etik tersendiri.

Mereka hanya mengambil gambar pemandangan. Wajah orang ataupun plat mobil akan diblur.***

Editor:hasan b
Sumber:grid.id
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
wwwwww