Umat Islam Akan Menjadi Mayoritas di Rusia

Umat Islam Akan Menjadi Mayoritas di Rusia
Ribuan umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha 1436 H di Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet, Kamis (24/9). (republika.co.id)
Senin, 15 April 2019 13:09 WIB
JAKARTA - Saat ini, jumlah pemeluk Kristen Ortodok di Rusia, masih merupakan kelompok mayoritas. Sedangkan jumlah pemeluk Islam hanya 21-28 juta atau 15-20 persen dari sekitar 142 juta penduduk Rusia.

Namun jumlah umat Islam di Rusia terus meningkat pesat dalam dua dasawarsa belakangan, sehingga penganut agama Islam akan menjadi kelompok mayoritas di Negeri Beruang Merah tersebut.

Dikutip dari republika.co.id, dosen Program Studi Rusia di Universitas Indonesia (UI), Ahmad Fahrurodji menjelaskan, penyebab jumlah pemeluk Islam di Rusia terus tumbuh karena umat Islam Rusia memilih melahirkan banyak anak.

''Kalau orang Rusia yang non-Muslim kan cenderung punya anak satu. Tapi kalau orang Muslim itu punya anak tiga sampai empat sehingga cenderung akan naik populasinya,'' kata Fahrurodji.

Fahrurodji pernah kuliah di Lomonosov Moscow State University dari 1997 sampai 2000. Selama tiga tahun itu, Fahruroji telah mengamati perkembangan umat Islam di Rusia.

Sayangnya, sampai saat ini masyarakat Indonesia masih banyak yang terbuai dengan nostalgia masa lalu bahwa Rusia adalah negara sosialis dan berideologi komunis. Padahal, spirit dan semangat baru dalam kebangkitan Islam di Rusia telah berlangsung sejak setidaknya dua dasawarsa terakhir.  

Fahrurodji mengatakan, secara kuantitatif perkembangan jumlah masjid dan organisasi-organisasi keislaman telah berkembang sangat pesat di Rusia.

Jika pada masa kepemimpinan Joseph Stalin pada 1937 jumlah masjid di seluruh Rusia terdapat kurang dari 100 buah, pada tahun 1995 jumlahnya telah mencapai 5.000 masjid.

Jumlah organisasi keislaman selama kurang dari satu dasawarsa sejak runtuhnya Uni Soviet (1991-1999) juga mengalami peningkatan dari 870 menjadi 3.000 organisasi.

''Organisasi-organisasi ini menjadi faktor penggerak kehidupan beragama secara kualitatif, dengan menyelenggarakan pendidikan-pendidikan keislaman, pendirian madrasah bagi generasi muda Islam,'' kata Fahrurodji.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
wwwwww