Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
11 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
19 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
19 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
14 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
17 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
15 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI

Kapal Karam di Danau, 150 Penumpang Hilang

Kapal Karam di Danau, 150 Penumpang Hilang
Ilustrasi kapal karam. (tribunnews.com)
Rabu, 17 April 2019 21:19 WIB
KONGO - Sebuah kapal tenggelam di Danau Kivu, Republik Demokratik Kongo, Senin (15/4/2019) malam. Sebanyak 150 penumpang tersebut dinyatakan hilang akibat kecelakaan tersebut.

Dikutip dari beritasatu.com, Presiden Kongo, Felix Tshisekedi menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan itu.

Kecelakaan kapal terjadi Senin malam, tetapi rincian insiden itu baru saja muncul Rabu (17/4). Presiden Tshisekedi pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga orang yang hilang.

''Saya sangat sedih dengan kecelakaan kapal pirogue pada (Senin) 15 April di Danau Kivu. Jumlah korban sementara adalah 150 orang hilang,'' kata Tshisekedi pada akun Twitter resminya.

Vital Muhini, Deputi nasional dari provinsi Kivu Selatan mengatakan kepada CNN pada Rabu (17/4) bahwa 37 orang telah diselamatkan sejauh ini dan tiga mayat ditemukan dari lokasi tenggelam.

Muhini mengatakan kapal yang kelebihan muatan berangkat dari pelabuhan Kituku di Goma di Kongo timur. Kemudian kapal itu terbalik di danau provinsi Kivu Selatan.

''Investigasi awal terhadap bencana mengungkapkan bahwa penumpang tidak mengenakan jaket penyelamat dan manifes penumpang tidak tersedia untuk menjelaskan jumlah total orang di atas kapal,'' kata Muhini.

''Sangat disayangkan menemukan bahwa orang-orang bepergian dengan kapal kecil dan bahkan tidak ada manifes, dengan muatan barang yang berat. Orang-orang tidak memiliki jaket penyelamat, dan menyerukan sanksi dari semua pelaku yang berkontribusi terhadap ini tenggelam,'' kata Muhini kepada CNN.

Kecelakaan kapal fatal sering terjadi di sepanjang saluran air di Republik Demokratik Kongo, di Sungai Kongo dan di danau negara Kongo. Di negara ini, jalur air merupakan sarana transportasi utama bagi penduduk di luar kota-kota utamanya. ***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:Ragam

wwwwww