Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
12 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
19 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
20 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
14 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
17 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
16 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI

Situs Jurdil2019 yang Real Count-nya Menangkan Prabowo Diblokir, Ini Dalih Kominfo

Situs Jurdil2019 yang Real Count-nya Menangkan Prabowo Diblokir, Ini Dalih Kominfo
Hasil real count Jurdil2019 hingga Sabtu sore. (jurdil2019.org)
Minggu, 21 April 2019 12:52 WIB
JAKARTA - Situs pemantau independen Pemilu 2019, Jurdil2019.org, sempat menjadi sumber informasi alternatif bagi publik di saat hampir semua media secara masif memublikasikan quick count (hitung cepat) dari belasan lembaga survei.

Berbeda dengan hampir semua lembaga survei yang quick count-nya menyatakan menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang Pilpres, real count Jurdil2019 yang berdasarkan perolehan suara pada form C1 justru menyatakan Prabowo-Sandiaga sebagai pemenang Pilpres.

Sayangnya, sejak Sabtu (20/4) malam, situs Jurdil2019 tak bisa lagi diakses karena sudah diblokir.

Dikutip dari viva.co.id, pejabat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ferdinandus Setu, mengakui bahwa situs Jurdil2019.org diblokir. Dia berdalih, pemblokiran dilakukan menyusul langkah Bawaslu mencabut akreditasi jurdil2019.org sebagai lembaga pengawas Pemilu 2019.

''Kami blokir atas permintaan Bawaslu," kata pria yang akrab disapa Nando itu saat dihubungi VIVA di Jakarta, Ahad (21/4/2019).

Ia menambahkan bahwa situs pengembangan dari PT Prawedanet Aliansi Teknologi tersebut telah menyalahgunakan sertifikasi dari Bawaslu. 

''Jurdil2019 bukan lembaga survei yang bisa melakukan dan publikasi quick count. Jurdil2019 hanya terdaftar sebagai pemantau pemilu. Mereka menyalahgunakan sertifikasi Bawaslu, karenanya Bawaslu meminta Kominfo blokir web-nya,'' imbuh Nando.

Sebelumnya, situs 2019.org tidak dapat dapat diakses melalui sejumlah provider. Sejak pukul 21.00 WIB, provider Telkom (Indihome), Telkomsel dan Indosat Ooredo, tidak dapat lagi digunakan untuk membuka situs Jurdil2019.org.***

Editor:hasan b
Sumber:viva.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww