Teror Bom di Sri Lanka Tewaskan 160 Orang

Teror Bom di Sri Lanka Tewaskan 160 Orang
Suasana di depan Gereja St. Anthony di Kolombo, pasca ledakan bom, Ahad pagi. (telegraph.co.uk)
Minggu, 21 April 2019 14:31 WIB
KOLOMBO - Ledakan mengguncang tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka, Ahad (21/4/2019). Ledakan di tiga gereja terjadi saat umat Kristiani merayakan Paskah. Sebanyak 160 orang dilaporkan tewas akibat teror bom tersebut.

Dikutip dari liputan6.com, dari 160 korban tewas, sembilan di antaranya berkewarganegaraan asing (WNA).

Ledakan dilaporkan terjadi di Gereja St. Anthony di Kolombo, St. Sebastian di Kota Negombo, kemudian sebuah gereja lagi di Kota Batticaloa. Selain ketiga tempat ibadah, tiga hotel populer di Sri Lanka juga menjadi sasaran, yakni Hotel Shangri La, Cinnamon Grand dan Hotel Kingsbury.

Ledakan terjadi sekitar pukul 8.45 pagi waktu setempat, saat misa Paskah berlangsung di gereja, menurut juru bicara kepolisian Sri Lanka Ruwan Gunasekera.

Bom Bunuh Diri

Mengutip laman News18 pada Minggu (21/4/2019), dua dari enam serangan yang menghantam Sri Lanka diduga dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri.

Kedua pelaku teridentifikasi bernama Zahran Hashim, yang melancarkan aksi di Hotel Shangri La; dan Abu Mohammad yang menyerang Gereja Batticalao.

Menindaklanjuti serangan ini, otoritas lokal telah memerintahkan penutupan sekolah pada besok dan lusa.

Disebut Serangan Teror

Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena menyatakan kesedihan dan keterkejutannya dalam rangkaian serangan teror di Kolombo.

''Saya terkejut dan sedih dengan situasi yang telah terjadi,'' kata Presiden Sirisena.

Wakil Presiden Sri Lanka M Venkaiah Naidu juga mengutuk serangan teror tersebut

Sirisena mengatakan saat ini investigasi tengah berlangsung.

Sementara itu, Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe, telah menyerukan pertemuan darurat mengingat serangan teror mengerikan di Kolombo dan Batticaloa.

Sedangkan Menteri Reformasi Ekonomi Sri Lanka, Harsha De Silva mengatakan bahwa operasi penyelamatan sedang berlangsung dan jumlah korban yang tinggi diperkirakan akan terjadi, termasuk orang asing.

De Silva juga telah meminta orang-orang untuk tetap tenang dan tidak berkeliaran selepas teror itu.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Jumlah Korban Teror Bom di Sri Lanka Bertambah, 207 Orang Tewas dan 450 Terluka
GoNews Setelah Gas Air Mata Ditembakkan ke Asrama, 43 Mahasiswa Papua Menyerah dan Diangkut ke Mapolrestabes Surabaya
GoNews Kapal Bermuatan 80 Penumpang Terbakar di Perairan Tapulaga, 7 Orang Tewas dan Puluhan Hilang
GoNews Veteran Duduk Paling Belakang Saat Upacara HUT RI di Istana Negara, Cucu Jenderal Sudirman Mengaku Sedih
GoNews 12 Prajurit TNI Dihadang Kelompok Bersenjata di Trans Wamena-Habema, 2 Tertembak
GoNews Diledek Gemuk Ketika Ingin Makan Es Krim, Gadis 14 Tahun Tusuk Pacarnya Hingga Tewas
GoNews Upacara HUT ke-74 RI di Pulau Reklamasi, Anies Baswedan: Ini Tanah Air Kita
GoNews Begini Penampakan Pesawat Bermuatan 233 Penumpang yang Mendarat Darurat di Ladang Jagung
GoNews Kawanan Burung Camar Tersedot Mesin, Pesawat Bermuatan 233 Penumpang Mendarat di Ladang Jagung
GoNews Gunakan Air Suci Pura Basuh Bokong, Bule Ceko Jalani Hukuman Adat di Ubud, Ini Penampakannya
GoNews Jokowi Ingatkan, Eksekutif dan Legislatif Tak Perlu Studi Banding, Semua Informasi Ada di Smartphone
GoNews Begini Posisi Gadis Remaja Inggris Saat Ditemukan Tim Pendaki Malaysia di Hutan, Seperti Orang Sedang . . . .
GoNews Gadis Remaja Inggris Ditemukan Tanpa Busana di Hutan Malaysia, Ini Penyebab Kematiannya Menurut Hasil Autopsi
GoNews Jokowi Imbau Mal Utamakan Jual Produk-produk Lokal
GoNews Terima Suap Rp1,8 M, 4 Pegawai Kemenkeu Rekayasa Pajak Perusahaan Diler Mobil Mewah
GoNews Waspadai Pencurian Mobil Gunakan Obat Perangsang, Begini Modusnya
GoNews Jaksa Sebut Menpora Lakukan Permufakatan Jahat dengan Asisten Pribadinya dan Staf Protokoler Kemenpora
GoNews Dosen UGM Tewas Gantung Diri di Teras Rumah, Diduga Ini Penyebabnya
wwwwww