Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
2
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Ekonomi
21 jam yang lalu
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
3
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
Kesehatan
22 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
4
8 atau 5 Juni Mal Jakarta Dibuka Kembali, APPBI Siap Ikuti Pemerintah
Ekonomi
20 jam yang lalu
8 atau 5 Juni Mal Jakarta Dibuka Kembali, APPBI Siap Ikuti Pemerintah
5
Taat PSBB, Warga Pilih Berdoa di Rumah meski TPU di Depan Mata
Lingkungan
21 jam yang lalu
Taat PSBB, Warga Pilih Berdoa di Rumah meski TPU di Depan Mata
6
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Internasional
18 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab

Din Syamsuddin Ingatkan, Rakyat Tak Inginkan Pemimpin Hasil Kecurangan

Din Syamsuddin Ingatkan, Rakyat Tak Inginkan Pemimpin Hasil Kecurangan
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin memberikan keterangan usai rapat pleno ke-38 Dewan Pertimbangan MUI di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (24/4). (republika.co.id)
Kamis, 25 April 2019 07:50 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengingatkan penyelenggara Pemilu melakukan penghitungan suara hasil Pemilu 17 April 2017 dengan mengedepankan kejujuran.

''Kami minta semua pihak, baik itu penyelenggara seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), aparat keamanan hingga caleg dan tim sukses untuk tidak mengabaikan kejujuran,'' ujar Din dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/4), seperti dikutip dari republika.co.id.

Din juga mengimbau agar perselisihan dalam Pemilu diselesaikan melalui jalur konstitusi yang mengutamakan prinsip kejujuran dan keadilan serta persatuan dan kesatuan.

Selain itu, ia meminta KPU menelusuri dan menyelesaikan sejumlah indikasi kecurangan yang terjadi di kedua kubu.

''Ada puluhan ribu indikasi kecurangan, kita kawal tapi jangan ribut,'' kata dia.

Din mengingatkan agar tidak ada yang bermain-main dengan kecurangan. Ia menegaskan rakyat tidak menginginkan pemimpin maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diraih dengan kecurangan.

Di samping itu, Din menyerukan agar masyarakat yang terpecah karena perbedaan pandangan politik untuk kembali kepada persatuan. Ia tak ingin masyarakat terjebak dalam perselisihan yang berakibat pada kerusakan besar.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww