Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
23 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
2
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
3
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Ekonomi
20 jam yang lalu
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
4
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
Kesehatan
21 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
5
8 atau 5 Juni Mal Jakarta Dibuka Kembali, APPBI Siap Ikuti Pemerintah
Ekonomi
19 jam yang lalu
8 atau 5 Juni Mal Jakarta Dibuka Kembali, APPBI Siap Ikuti Pemerintah
6
Taat PSBB, Warga Pilih Berdoa di Rumah meski TPU di Depan Mata
Lingkungan
20 jam yang lalu
Taat PSBB, Warga Pilih Berdoa di Rumah meski TPU di Depan Mata

KPU Akui Lebih 100 Kali Lakukan Kesalahan Input C1 ke Situng, Belum Semua Diperbaiki

KPU Akui Lebih 100 Kali Lakukan Kesalahan Input C1 ke Situng, Belum Semua Diperbaiki
Komisioner KPU Viryan Aziz. (inilah.com)
Kamis, 25 April 2019 10:42 WIB
JAKARTA - Kesalahan Komisi Pemilihan Umum memasukkan data C1 ke Sistim Hitung (Situng) bukan lagi puluhan, namun sudah lebih seratus. Sebagian dari kesalahan itu sudah diperbaiki.

Dikutip dari pojoksatu.id, Komisioner KPU, Viryan Aziz mengakui sudah terjadi 105 kali kesalahan petugas KPU dalam melakukan entry data.

''Kekeliruan entry ada 105. Laporan masyarakat 26, kemudian monitoring internal 79,'' ujar Viryan di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Viryan menambahkan saat ini KPU terus melakukan perbaikan dari salah entry petugas dari formulir C1 ke Situng. Dari 105 kesalahan entry data, sebanyak 64 data telah diperbaiki, sementara 41 lainnya saat sedang dalam perbaikan.

''Makanya KPU bersunggung-sungguh menjaga proses ini tetap berjalan untuk diperbaiki,'' katanya.

Lebih lanjut Viryan menegaskan Situng ‎bukanlah merupakan hasil akhir rekapitulasi suara yang ditetapkan KPU. Karena penghitungan dilakukan secara manual dengan metode berjenjang mulai dari kecamatan, kabupaten, provinsi sampai tingkat nasional.

''Situng ini bukan hasil yang ditetapkan oleh KPU, situng sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan KPU,'' pungkasnya. ***

Editor:hasan b
Sumber:pojoksatu.id
Kategori:Ragam

wwwwww