Basarnas Banten Bahas Penanganan Gempa Magnitudo 9 yang Picu Tsunami 57 Meter

Basarnas Banten Bahas Penanganan Gempa Magnitudo 9 yang Picu Tsunami 57 Meter
Ilustrasi tsunami. (tribunnews)
Selasa, 30 April 2019 10:17 WIB
SERANG - Megathrust memicu gempa bumi berkekuatan magnitudo 9 yang bisa menyebabkan tsunami 57 meter diprediksi berpotensi terjadi di Selat Sunda.

Terkait potensi bencana maha dahsyat tesebut, Basarnas Banten membahas penanganan dan mencegah banyaknya korban. ''Karena berbicara megathrust tidak cukup sekali, karena dampaknya akan sangat luas. Sehingga kita akan tindak lanjuti dengan penyusunan rencana kontigensi berikutnya,'' kata Kepala Basarnas Banten Zaenal Arifin di Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Senin (29/04/2019), seperti dikutip dari liputan6.com.

Jika dibandingkan tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu, yang ditimbulkan longsoran material Gunung Anak Krakatau (GAK), maka gempa Sunda megathrust masih jauh lebih besar potensi bencananya.

''Kemarin kita sudah melihat dampak tsunami yang relatif kecil, dan korban jiwanya 500 lebih. Bagaimana dengan (dampak) megathrust, ini tidak bisa kita bayangkan. Harapannya tidak terjadi,'' jelasnya.

Megathrust adalah zona tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia Megathrust memanjang dari sebelah barat ujung Sumatera, ke selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, yang terbagi ke beberapa segmen. Salah satunya adalah segmen di selatan Selat Sunda.

Bahkan ada yang mengatakan panjangnya mencapai 5.500 kilometer. Sejak Myanmar di bagian utara, menuju ke barat daya wilayah Sumatera, dan berlanjut ke selatan Jawa dan Bali sebelum berakhir dekat Australia. Zona ini dibagi menjadi ancaman Megathrust, Sumatra Megathrust, dan Java Megathrust.

Tidak Muncul di Jakarta

Dalam 10 tahun terahir, terjadi empat gempa bumi terhitung besar, yakni gempa Indramayu 9 Agustus 2007, gempa Tasikmalaya 2 September 2009, gempa Tasikmalaya 15 Desember 2016, dan gempa Lebak 2018.

Begitupun PVMBG, telah mengeluarkan peta rawan bencana Geologi, sebagai upaya mitigasi gempa bumi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan potensi gempa Megathrust tidak akan muncul di Jakarta namun di Selat Sunda bagian selatan.

Namun tingkat kesiapsiagaan pemda dan masyarakat Jabodetabek masih rendah dalam menghadapi gempa besar.

Kabag Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hary Tirto Djatmiko menyebut, ancaman gempa magnitudo 8,7 pernah disinggung dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa bumi Indonesia tahun 2017 itu tetap tak dapat diprediksi, kapan terjadinya.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Babi Hutan Berjalan di Atap Rumah Hebohkan Warga Banjarnegara, Begini Penampakannya
GoNews Ketahuan Hamil 4 Pekan, Ketua Rombongan 7 Kloter 38 Dipulangkan
GoNews Mini Bus Bermuatan 25 Penumpang Terjun ke Jurang di Jalan Lintas Sumatera, 4 Tewas
GoNews Cegah Penumpang KM Tidar Bunuh Diri, Kepala Stasiun Radio Pantai Tercebur ke Laut dan Hilang
GoNews Kapolri Ungkap 400 Kombes Berebut Jadi Brigjen, Banyak yang Cari Dukungan dan Keluarkan Uang
GoNews Sempat Terbang dan Kembali ke Embarkasi, Pesawat Garuda Pengangkut Jamaah Haji Delay 11 Jam
GoNews Pemerintah Alokasikan Rp10 Triliun untuk Tunjangan Pengangguran
GoNews Korban Salah Tangkap, Disiksa, Dipaksa Mengaku Membunuh dan Dipenjara 3 Tahun, 4 Pengamen Tuntut Ganti Rugi
GoNews Setelah Kisah Pilunya Tinggal di Toilet Sekolah Diberitakan Media, Bantuan Mengalir kepada Guru Honor Nining
GoNews Arab Saudi dan Negara Teluk Dukung Kebijakan China Penjarakan 1,5 Juta Muslim Uighur dan Dilarang Shalat
GoNews Pembangunan Ibukota Baru di Kalimantan akan Dimulai, Ini Persiapannya
GoNews Bali Pernah Diterjang Tsunami yang Merenggut Ribuan Jiwa
GoNews Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Sebelum Gempa M 6,0 Guncang Bali, Begini Penjelasan BMKG
GoNews Anak Guru Mengaji dari Solok Selatan Jadi Lulusan Terbaik Akpol 2019
GoNews Usai Bertemu Prabowo, Amien Rais: Sampai Sekarang Pun Alhamdulillah Masih Istiqomah
GoNews Konsumsi Rokok Penduduk Miskin Indonesia Terbesar Kedua, Kalahkan Telur dan Daging Ayam
GoNews Hasil Kajian KPK, 40 Persen Sektor Industri Kelapa Sawit Tak Patuh Bayar Pajak
GoNews Kata Pengamat, Penumpang Berhak Ambil Gambar dalam Pesawat karena Sudah Bayar Tiket dan Demi Keselamatan
wwwwww