Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
19 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
19 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
18 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
18 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
18 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
19 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa

Kivlan Zein Terima Surat Panggilan dari Bareskrim Polri

Kivlan Zein Terima Surat Panggilan dari Bareskrim Polri
Penyidik Bareskrim saat memberikan surat pemanggilan terhadap Kivlan Zein di Bandara Soekarno-Hatta. (kumparan.com)
Jum'at, 10 Mei 2019 23:21 WIB
JAKARTA - Mayjen (purn) Kivlan Zein menerima surat panggilan dari penyidik Bareskrim Mabes Polri. Surat panggilan itu diberikan penyidik Bareskrim kepada Kivlan di Bandara Soetta, Cengkareng, Banten.

Dikutip dari kumparan.com, Wadirkrimum Bareskrim Kombes Pol Agus, membenarkan pihak Bareskrim memberikan surat pemanggilan kepada Kivlan.

''Itu hanya memberi surat pemanggilan,'' ucap Agus ketika dikonfirmasi kumparan, Jumat (10/5).

Agus menjelaskan saat didatangi, Kivlan Zein hendak melakukan perjalanan ke Batam.

''KZ diberikan surat panggilan oleh penyidik Ditipidum Bareskrim Mabes Polri di Bandara Soetta ketika hendak ke Batam. KZ sudah berada di Batam,'' ucapnya.

Agus tidak merinci alasan pemanggilan tersebut. Yang jelas, Kivlan Zein pada tanggal 7 Mei 2019 dilaporkan oleh seorang warga bermana Jalaludin ke Bareskrim Polri atas dugaan menyebarkan hoaks serta makar.

Laporan tersebut tertera dengan nomor LP/B/0442/V/2019/BARESKRIM tertanggal 7 Mei 2019 dengan terlapor Mayjen (purn) Kivlan Zein.

Sementara itu, Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan laporan Kivlan Zein telah dianalisis oleh Biro Analis Bareskrim. Pelapor menurutnya telah menyertakan sebuah flasdisk yang berisi barang bukti.

''Laporan polisi di Bareskrim sudah dianalisa, karena dari Biro Analisis sudah menyerahkan ke Dir Siber. Kenapa Dir Siber? Karena dalam laporan polisi tersebut dan pelapor menyertakan satu flashdisk, itu bukannya Pasal 107 KUHP, tapi ada Pasal 14, 15 UU 1 Tahun 1946, menyebabkan berita bohong mengakibatkan keonaran,'' kata Dedi di Mabes Polri, Jumat (10/5) siang.***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ragam

wwwwww