Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
14 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
15 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
13 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
15 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
Kesehatan
11 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat

Hindari Cacar Monyet, Warga Batam Diimbau Tak Bepergian ke Singapura

Hindari Cacar Monyet, Warga Batam Diimbau Tak Bepergian ke Singapura
Ilustrasi cacar monyet. (suaramerdeka)
Senin, 13 Mei 2019 17:29 WIB
BATAM - Otoritas Batam sudah mengumumkan menemukan penderita cacar monyet di negara berlambang Singa tersebut. Mencegah masuknya virus cacar monyet dari Singapura ke Batam, Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam telah mengambil langkah antisipasi.

''Saya sudah berbincang dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), untuk menyiagakan alat pendeteksi panas tubuh, sebagai langkah antisipasi,'' kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusumarjadi di Batam, seperti dikutip dari liputan6.com yang melansir Antara.

Didi menyatakan, dengan alat itu, maka suhu tubuh setiap warga negara Indonesia dan asing yang baru memasuki wilayah Batam akan dipindai. Bila diketahui suhunya tinggi, melebihi batas normal, maka akan langsung dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.

Bila diduga yang bersangkutan menderita cacar monyet, maka akan langsung dibawa ke ruang isolasi di RS Badan Pengusahaan Batam atau RS Umum Daerah Embung Fatimah.

''Untuk kewaspadaan umum setiap RS yang curiga ada gejala cacar, ambil darah. Di BPLTKS bisa,'' kata dia, Minggu 12 Mei 2019.

Tidak hanya itu, bila seorang penumpang kapal dicurigai mengidap cacar Singapura, maka seluruh penumpang kapal harus ikut di karantina.

''Karena penularannya melalui kontak langsung. Masa inkubasi 5-7 hari baru terlihat gejalanya,'' kata dia.

Gejala cacar monyet sama dengan cacar lainnya, antara lain demam dan gangguan

Gejala cacar monyet sama dengan cacar lainnya, antara lain demam dan gangguan pernafasan.

Menurut dia, yang membuat penyakit itu berbahaya adalah radang pernafasan. ''Cacarnya sama, virusnya sama,'' kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan warga Batam untuk menghindari bepergian ke Singapura, agar terhindar dari penularan virus cacar monyet. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww