Prabowo: Seragam, Makanan dan Senjata Anda Dibiayai Rakyat, Jangan Tembak Mereka

Prabowo: Seragam, Makanan dan Senjata Anda Dibiayai Rakyat, Jangan Tembak Mereka
Prabowo Subianto. (kumparan.com)
Rabu, 22 Mei 2019 17:51 WIB
JAKARTA - Sebanyak 6 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat kerusuhan sebagai buntut aksi damai di depan Kantor Bawaslu RI dan sekitarnya.

Dikutip dari kumparan.com, calon presiden (Capres) 02 Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa kepada para korban kerusuhan tersebut.

Prabowo meminta aparat keamanan tidak menggunakan senjatanya untuk menyakiti rakyat.

''Seragam, makanan, dan senjata yang sekarang Anda gunakan itu dibiayai rakyat, saudara-saudara adalah milik rakyat, rakyat mendambakan saudara mengayomi rakyat, saudara adalah harapan kita. Kami mohon jangan sekali-sekali menyakiti hati rakyat, apalagi memukul dan menembak rakyat sendiri,'' kata Prabowo di Kertanegara, Jaksel, Rabu (22/5).

Prabowo meminta seluruh aparat bersatu untuk menjaga rakyat tetap aman dan gembira. Selain itu, ia juga mengimbau kepada pendukungnya untuk berlaku sopan dan menghormati aparat penegak hukum.

''Jangan sekali-kali menggunakan kekerasan. Memang berat, saya paham, tapi saya tegaskan lagi seandainya ada salah paham dan kau dipukul, jangan lawan. Ini berat tapi harus dilakukan apapun terjadi demi umat, bangsa, dan semua agama. hindari kekerasan,'' imbuhnya.

Aksi damai menuntut kecurangan pemilu yang digelar di Bawaslu RI menjadi ricuh. Setelah massa aksi damai membubarkan diri, massa lain datang ke lokasi dan berbuat keonaran. Polisi menyebut massa aksi berbeda dengan massa yang bentrok dengan polisi.

Akibat kejadian ini, 6 orang meninggal dunia dan 200 lainnya terluka. Meski demikian, polisi mengklaim pihaknya tidak menggunakan peluru tajam untuk menghalau massa, melainkan peluru karet.

''Kita sudah dapat info akan ada rencana pada saat aksi 22 akan ada aksi penembakan, termasuk kepada massa supaya nanti menjadi seolah-olah yang melakukan adalah dari aparat. Sehingga timbul kemarahan publik sebagai martir untuk pembenar langkah-langkah berikutnya,'' tutur Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Remaja 15 Tahun Jadi Korban Kerusuhan 22 Mei, Peluru Tembus Tangan Hingga Jantung, Kepala Bagian Belakang Remuk
GoNews Koalisi Masyarakat Sipil Temukan Tindakan Keji dan Tidak Manusiawi Aparat Kepolisian Saat Kerusuhan 21-22 Mei
GoNews Polisi Ungkap Identitas Wanita Bercadar yang Ditangkap di Kawasan Thamrin Rabu Malam
GoNews Massa dan Polisi Bentrok di Jati Baru, Selongsong Peluru Berserakan di Jalan
GoNews 6 Orang Tewas Akibat Kerusuhan di Jakarta, Jasad Korban Dibawa ke 5 Rumah Sakit
GoNews Diduga Selundupkan Harley Davidson, Dirut Garuda Dipecat
GoNews Topan Kammuri Renggut 13 Jiwa di Filipina
GoNews Guru PNS Tewas Tanpa Celana dalam Mobil Avanza, Ditemukan Tisu Bekas . . . .
GoNews Dilaporkan Ibunya Hilang Sejak Subuh, Gadis 16 Tahun Ditemukan Polisi Tengah Layani Pria di Kamar Hotel
GoNews Hartono Bersaudara Orang Terkaya Indonesia 2019, Hartanya Rp526,11 Triliun
GoNews Dibawa ke Klinik karena Pilek, Usai Berobat Tubuh Balita Noval Melepuh dan Akhirnya Meninggal
GoNews Lucu, yang Dilantik Jadi Rektor UI Ari Kuncoro, Karangan Bunga Ucapan Selamat dari Unpad Malah untuk Saleh Husin
GoNews Mohammad Nuh Jadi Ketua Jaringan Dewan Pers Asia Tenggara
GoNews Baru Masuk Kamar Hotel, Gadis 16 Tahun Ditusuk Teman Prianya Pakai Gunting Hingga Berlumur Darah
GoNews Bulog Akan Musnahkan 20.000 Ton Beras Senilai Rp160 Miliar, Emil Salim Sebut Bukti Kekeliruan Kebijakan Pangan
GoNews Gadis 20 Tahun Kerasukan, Dipanggil Dukun untuk Mengobati, Eeee Malah Dicabuli
GoNews Setelah Diperkosa Beramai-ramai, Dokter Hewan Dibakar Hingga Hangus
GoNews Sejumlah Siswa SD di Deliserdang Terluka Gara-gara Kucing Kawin di Plafon Ruang Kelas
wwwwww