Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
Internasional
23 jam yang lalu
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
2
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
20 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
3
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
Umum
17 jam yang lalu
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
4
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
22 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
5
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras 'e-Learning'
Pendidikan
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras e-Learning
6
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan
Kesehatan
24 jam yang lalu
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan

Polwan Berhijab Ditangkap di Bandara Juanda, Diduga Terindikasi Paham Radikal

Polwan Berhijab Ditangkap di Bandara Juanda, Diduga Terindikasi Paham Radikal
Polwan yang diduga terindikasi paham radikal ditangkap polisi di Bandara Juanda. (kumparan.com)
Senin, 27 Mei 2019 04:49 WIB
SURABAYA - Seorang polisi wanita (Polwan) agggota Polda Maluku Utara ditangkap aparat Polda Jatim di Bandara Juanda, Surabaya, Jatim, Ahad (26/5/2019).

Dikutip dari kumparan.com, Polwan berjilbab tersebut ditangkap karena diduga terindikasi paham radikal.

''Ya, benar,'' kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung Mangera saat dikonfirmasi, Minggu (26/5).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku tercatat sebagai anggota Polda Maluku Utara. Barung menyebut, saat ini pelaku tengah diamankan di Polda Jatim untuk diperiksa.

''Iya saya membenarkan itu (Polwan), bekerja sama dengan Polsek (Sedati) kemudian diberikan ke Polda Jatim. Sekarang Polda Malut sedang dalam perjalanan untuk mengambil anggota itu,'' ujarnya.

Barung menjelaskan, pelaku yang bernama Nesti Ode Salimi itu menggunakan identitas palsu bernama Arfila M Said. Ia diketahui berangkat dari Maluku sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di Bandara Juanda pada pukul 13.00 WIB.

''Petugas protokol bandara telah menerima perintah tentang adanya penumpang yang diduga terkena paham radikalisme,'' ujarnya.

Saat ditanya, pelaku mengaku datang ke Surabaya untuk berlibur. Selain itu, ia juga mengaku memiliki kerabat di Sidoarjo. "Mengaku akan belanja di Surabaya dan mengaku mempunyai keluarga di Porong, Sidoarjo,'' jelas Barung. ***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ragam

wwwwww