Sebagian Muslim di Sulsel dan Maluku Juga Shalat Id Hari Ini

Sebagian Muslim di Sulsel dan Maluku Juga Shalat Id Hari Ini
Jamaah An-Nadzir. (beritasatu.com)
Senin, 03 Juni 2019 13:27 WIB
JAKARTA - Selain jamaah Naqsabandiyah di Sumatera Barat, jamaah An-Nadzir di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan umat Muslim di tiga desa di Maluku Utara, juga sudah melaksanakan Shalat Idul Fitri hari ini, Senin (3/6/2019).

Dikutip dari beritasatu.com, sedikitnya 100 orang jamaah An-Nadzir berkumpul di perkampungan Mukmin An-Nadzir di Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bonto Marannu, Kabupaten Gowa, Sulsel untuk melakukan saalat Idulfitri 1440 Hijriah.

''Salat Id ini dilakukan setelah penetapan 1 Syawal yang jatuh hari ini setelah perhitungan memantau bulan dan tanda-tanda alam,'' kata Ketua Dewan Pengawas dan Penanggung Jawab Pendidikan dan Pembangunan Jamaah An-Nadzir Gowa, M Samiruddin Pademmui seusai salat Idulfitri di Kabupaten Gowa, Sulsel, Senin (3/6/2019).

Menurut M Samiruddin Pademmui, penetapan 1 Syawal itu dengan melihat bulan purnama pada penanggalan syamsiah 14, 15 dan 16, lalu menghitung mundur sebelum tiga hari terakhir bulan Sya'ban. Pada saat itu mengamati terbitnya fajar siddiq. Selain itu, dengan melihat tanda-tanda alam lainnya seperti puncak air laut pasang atau pasang konda atau arah angin bertiup.

Seusai salat subuh, jamaah An-Nadzir sudah berbondong-bondong ke lokasi salat Id dengan menggunakan jubah khas yang didominasi warna hitam. Jemaah laki-laki menggunakan sorban dan umumnya berambut warna kecoklatan yang menjadi ciri khas jamaah ini.

Sedangkan jamaah perempuan, menggunakan gamis hitam dan mengenakan burka untuk menutupi wajahnya. Meski jauh dari kesan meriah karena jumlah jemaahnya terbatas, namun kekhusyuan jemaah tetap terlihat.

Setelah melakukan saalat Idulfitri, khotib membaca khutbah yang mengusung tema Idulfitri mengembalikan manusia kembali suci. ''Setelah berpuasa sebulan lamanya dan memperbanyak beribadah saalat lail, tibalah di hari kemenangan ini,'' kata M Samiruddin Pademmui.

Seusai membaca khotbah, Samiruddin menutup dengan doa yang diaminkan oleh jemaah An-Nadzir. Acara diakhiri saling bersalaman sebagai tanda saling memaafkan kesalahan dan kekhilafan masing-masing.

Rayakan Idul Fitri Lebih Awal

Sementara itu umat Muslim suni di Desa Wakal, Kaitetu, Kecamatan Leihitu dan Tengahtengah, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Senin (3/6/2019) merayakan Idulfitri 1 Syawal 1440 Hijriah.

Pantauan antara, masyarakat di Desa Wakal dan Kaitetu, Kecamatan Leihitu, dan Tengahtengah, Kecamatan Salahutu telah menggelar shalat Idulfitri di masjid-masjid setempat sejak Senin, pukul 07.00 WIT.

Shalat Id warga muslim Wakal dilaksanakan di Masjid Nurul Awal di bawah pimpinan imam Kasim Tahapary, sementara untuk Desa Kaitetu dipusatkan di Masjid Jami Hena Lua dipimpin oleh imam Muhammad Nur Lumaela.

Sedangkan di Desa Tengahtengah digelar di Masjid An 'Nima, di bawah pimpinan imam Abdul Haji Tuharea.

Meski cuaca terlihat tidak begitu bersahabat, proses salat Id di ketiga desa tersebut, berlangsung khidmat.

Ribuan warga memadati area masjid masing-masing hingga ke pelataran dan halaman untuk melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri.

Sebagaimana tradisi dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia, usai melaksanakan salat masyarakat di ketiga desa saling mengunjungi para kerabat dan tetangga untuk bersilaturahami.

Warga muslim di Desa Wakal, Kaitetu dan Tengahtengah diketahui melaksanakan ibadah puasa 1 Ramadhan 1440 Hijriyah pada 4 Mei 2019, dua hari lebih awal dari yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal di tiga desa tersebut dilakukan oleh para penghulu masjid dan ahli agama masing-masing. Mereka menggunakan metode penetapan perhitungan hisab dan rukyat serta berpatokan pada kalender falakiah kuno berbahasa Arab.

Tokoh masyarakat di Desa Tengahtengah, Abdul Gofar Tuharea mengatakan tradisi penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal di kampungnya dilakukan oleh para tetua dari mata rumah (kelompok marga dalam strata masyarakat adat Maluku) Tuharea Pagalare.

Tuharea Pagalare merupakan mata rumah imam dan tokoh agama Islam di Desa Tengahtengah.

Dalam menentukan waktu ibadah puasa 1 Ramadan maupun perayaan Idulfitri 1 Syawal, para tetua mengamati posisi bulan di ufuk barat, kemudian menggelar rapat bersama dan membandingkannya dengan kalender falakiah kuno yang tersimpan di rumah tua Tuharea Pagalare.

''Para orang tua dari rumah tua Tuharea Pagalare yang melakukan perhitungan untuk berpuasa 1 Ramadhan dan pelaksanaan Idul Fitri. Sama seperti Wakal dan Kaitetu, kami di sini juga menggunakan kalender falakiah kuno,'' ucap Abdul Gofar Tuharea.

Selain Desa Wakal, Kaitetu dan Tengahtengah di Pulau Ambon, Desa Waiputih, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah yang berada di Pulau Seram juga merayakan Idul Fitri 1440 Hijriyah pada hari ini.

Desa Waiputih diketahui melaksanakan ibadah puasa 1 Ramadhan 1440 Hijriyah pada 4 Mei 2019, dan telah menggelar saalat Idulfitri di masjid setempat, pagi tadi. ***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww