Negara Termakmur di Dunia, Anggota DPR Swedia Tak Dapat Fasilitas Mobil dan Rumah Dinas

Negara Termakmur di Dunia, Anggota DPR Swedia Tak Dapat Fasilitas Mobil dan Rumah Dinas
Anggota DPR Swedia dari Partai Sosial Demokrat. Per-Arne Hakansson. (poskotanews.com)
Kamis, 06 Juni 2019 10:34 WIB
STOCKHOLM - Swedia merupakan negara termakmur kelima di dunia. Namun hebatnya, anggota DPR negara ini tidak mendapatkan fasilitas mewah. Jauh sekali bedanya dengan anggota DPR di Indonesia.

Dikutip dari poskotanews.com, di negara ini anggota DPR hidup bersahaja. Hal itu diakui Per-Arne Hakansson, anggota DPR dari Partai Sosial Demokrat.

''Kami ini tak berbeda dengan warga kebanyakan,'' ujar Per-Arne Hakansson.

''Tugas utama kami adalah mewakili rakyat, jadi tak pantas rasanya jika kami diistemewakan atau mendapatkan banyak fasilitas atau gaji tinggi,'' kata Hakansson.

''Yang membuat kami istimewa adalah kesempatan untuk ikut menentukan kebijakan negara,'' imbuhnya.

Semua anggota DPR Swedia tidak mendapatkan mobil dinas atau tunjangan untuk membeli mobil.

Parlemen hanya punya tiga mobil dinas, Volvo S80, dan ini hanya diperuntukkan untuk ketua dan tiga wakilnya dan hanya boleh dipakai untuk tugas-tugas parlemen.

Apartemen milik negara yang dipakai oleh para anggota DPR. Anggota keluarga yang ingin menginap harus membayar.

Untuk urusan mobilitas, anggota DPR boleh menggunakan semua trasportasi umum secara cuma-cuma.

Mengapa tak ada mobil untuk anggota DPR? ''Kami bukan perusahaan taksi,'' kata pejabat parlemen, Rene Poedtke.

Ia menjelaskan tiga mobil dinas tak boleh dipakai untuk mengantarkan anggota DPR dari kantor ke rumah.

Satu-satunya pejabat tinggi negara yang punya mobil dinas adalah Perdana Menteri Stefan Lofven.

Anggota DPR Swedia menerima gaji sekitar US$6.900 atau sekitar Rp98 juta per bulan, setengah dari anggota Kongres Amerika Serikat yang menerima gaji US$14.000.

Gaji rata-rata di Swedia adalah US$2.800 atau sekitar Rp40 juta per bulan.

Anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan di luar ibu kota Stockholm boleh mengklaim semacam tunjangan harian yang besarannya sekitar US$12 atau setara dengan Rp171.000.

Di Stockholm, uang itu hanya bisa dipakai untuk membeli makanan sederhana.

Sebelum tahun 1957, para anggota DPR Swedia tidak digaji.

Dari mana mereka mendapatkan penghasilan? Gaji mereka berasal dari iuran anggota partai.

Setelah 1957, pemerintah memutuskan untuk menggaji anggota DPR antara lain dengan tujuan orang tertarik untuk masuk parlemen. Meski demikian, pada saat yang sama, banyak pihak juga menginginkan agar gaji anggota DPR ini tak terlalu tinggi.

Di sejumlah negara, selain mendapatkan tunjangan kendaraan, para anggota DPR juga mendapatkan rumah dinas.

Di Swedia, rumah dinas yang berbentuk apartemen sempit dan hanya diperuntukkan bagi anggota yang berasal dari luar Stockholm.

Anggota DPR Per-Arne Hakansson mengatakan apartemen yang ia tempati hanya punya satu kamar dengan luas keseluruhan tak lebih dari 46 meter persegi.

Apartemen yang ditempati Hakansson termasuk lapang.

Properti milik negara biasanya berbentuk studio –jenis apartemen tak berkamar– dengan ukuran sekitar 16 meter persegi.

Di studio ini hanya ada satu tempat tidur. Tidak ada mesin cuci atau mesin pencuci piring.

Penginapan hanya diperuntukkan untuk anggota DPR. Pasangan atau anggota keluarga yang menginap harus membayar.

Jika pasangan ingin tinggal di properti ini, ia harus membayar setengah dari biaya sewa, yang uangnya masuk ke kas negara.

''Tunjangan hanya semata-mata untuk anggota DPR, bukan untuk pasangan atau anggota keluarga yang lain,'' kata pejabat parlemen Anna Aspegren.

Jika tak ingin tinggal di apartemen mungil ini, para anggota boleh menyewa properti lain dengan syarat uang sewanya tak melebihi US$820 (Rp11,6 juta) per bulan.

Untuk ukuran Stockholm, tunjangan uang sewa ini tergolong rendah.

Di masa lalu, tidak ada apartemen dinas bagi anggota dan banyak dari mereka yang biasanya menginap di kantor, yang ukurannya rata-rata 15 meter persegi.

Para anggota DPR Swedia dilarang merekrut staf pribadi atau tenaga ahli.

Tapi ada tunjangan untuk menggunakan semacam ''staf pendukung atau tenaga ahli bersama'' yang disediakan bagi anggota yang memerlukan.

Di pemerintah lokal, upaya penghematan lebih besar lagi.

Sekitar 94% anggota dewan kota atau dewan daerah tak menerima gaji kecuali bagi mereka yang masuk menjadi anggota komite eksekutif, yang menerima gaji baik karena bekerja penuh waktu atau paruh waktu.

Mengapa demikian?

''Ini adalah pekerjaan sukarela yang bisa kita lakukan di waktu senggang kita,'' kata anggota dewan kota Stockhom, Christina Elffors-Sjodin.

Negara Termakmur

Dikutip dari liputan6.com, laporan tahunan Global Prosperity Index yang dikeluarkan lembaga riset The Legatum Institute memperlihatkan kondisi kesejahteraan di 149 negara di dunia. Salah satu faktor untuk mengukur kesejahteraan sebuah negara adalah dengan melihat kestabilan ekonomi di negara tersebut.

Seperti dikutip dari laporan resmi perusahaan yang berbasis di London tersebut, Sabtu (6/1/2018), Legatum menentukan peringkat negara-negara makmur di dunia berdasarkan delapan indikator utama yang meliputi bidang pemerintahan, ekonomi, wirausaha dan peluang usaha, pendidikan, kesehatan, kebebasan individu keamanan, serta tingkat pendapatan masyarakat.

Khusus dari segi ekonomi, Legatum menilai ketangguhan 149 negara tersebut berdasarkan kebijakan makroekonomi yang diterapkannya. Tak hanya itu, kepuasan dan prediksi perekonomian negara, landasan pertumbuhan ekonomi dan efisiensi sektor finansial turut menjadi tolak ukur Legatum dalam menentukan peringkatnya.

Peringkat 10 besar didominasi oleh negara-negara Skandinavia. Berikut ulasan daftar negara termakmur dunia.

7. Denmark

PDB negara ini mencapai lebih dari US$ 300 miliar. Tingginya nilai PDB tersebut membuat Denmark masuk menjadi negara dengan kemakmuran terbaik di dunia.

6. Belanda

Dalam survei tahun 2016, Negeri Kincir Angin menempati urutan kedua dalam hal pendidikan dan kualitas ekonomi. Sementara terkait dua sub-indeks lainnya, Belanda berada pada peringkat lima.

5. Swedia

Swedia mampu duduk di peringkat teratas dalam bidang kestabilan ekonomi. Perekonomian negara ini memiliki sistem campuran berbasis ekspor. Kayu, tenaga air dan bijih besi adalah sumber daya alam utama.

4. Swiss

Penduduk swiss didapuk sebagai warga dengan kekayaan terbesar di dunia. Perekonomian negara ini ditopang dari perusahaan jasa keuangan yang baik.

3. Finlandia

Rakyat Finlandia mungkin tidak menganggap mereka bagian dari Skandinavia. Namun, mereka tidak dapat menyangkal sebagai salah satu negara di Eropa utara yang sejahtera.

2. Selandia Baru

Selandia Baru harus turun satu peringkat dari tahun lalu. Negara ini mampu mencetak nilai tertinggi di faktor modal sosial dan kualitas perekonomian.

1. Norwegia

Berdasarkan data Legatum Institute, selama tujuh tahun berturut-turut, Norwegia berada pada deretan teratas negara-negara paling makmur di dunia. Tahun ini, Norwegia berada pada peringkat teratas di bidang kemakmuran.***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com dan liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww