Ledakan Malam Takbiran Hancurkan Musala dan TPQ di Blitar, Polisi Tangkap 1 Orang Diduga Terlibat

Ledakan Malam Takbiran Hancurkan Musala dan TPQ di Blitar, Polisi Tangkap 1 Orang Diduga Terlibat
Ilustrasi ledakan. (lp6c)
Jum'at, 07 Juni 2019 21:34 WIB
BLITAR - Sebuah musala dan taman pendidikan Alquran (TPQ) di Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, hancur akibat ledakan pada malam takbiran, Selasa (4/6).

Dikutif dari liputan6.com, aparat kepolisian telah menangkap seorang warga berinisial RR yang diduga terkait ledakan tersebut.

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha mengatakan, RR mengaku terlibat dalam ledakan tersebut. Ia mengaku ikut membuat mercon yang meledak dan menghancurkan bangunan musala serta melukai dua orang saat malam takbiran.

''Pengakuannya memang membuat alat dengan menggunakan gabungan oksigen murni dan gas dari bahan karbit,'' ujarnya seperti dikutip dari Antara, Kamis 6 Juni 2019.

Anissullah mengatakan, RR dan rekannya sengaja membuat mercon itu untuk dipakai saat malam takbiran. Bahanya dari kombinasi oksigen murni dan gas dari bahan karbit yang dimasukkan ke dalam wadah plastik.

Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, Kapolres mengatakan, kegiatan itu dianggap rutin dan sudah sering dilakukan. Namun saat malam kejadian itu dimungkinkan ada kesalahan.

Mereka mengumpulkan sekitar 30 kantong plastik yang berisi campuran oksigen dan karbit di dalam satu tempat sejak siang.

''Mereka lakukan dan kumpulkan dalam satu tempat ada 30 (bahan) yang mudah meledak dan siang hari, sehingga udara panas yang kemungkinan sebabkan ledakan beruntun, berantai di rumah itu,'' kata Anissullah.

Selain menangkap dan menahan RR, polisi masih mencari satu orang yang ikut membuat mercon tersebut. Polisi mengultimatum agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri.

Mereka akan dijerat dengan pasal 187 KUHP, yakni menimbulkan ledakan dan pembakaran dengan ancaman hukuman di atas empat tahun penjara.

Satu Luka Serius

Kepolisian sudah sepakat dengan pemerintah daerah, bahwa ke depan tidak boleh ada kegiatan serupa, baik dengan mercon maupun menggunakan ''dum-dum'' dari bahan pohon palem lalu diberi lubang dan diisi karbit.

''Jika anggap ini tradisi, itu bahan mudah meledak dan berbahaya. Tidak masuk bahan peledak tapi bisa mengakibatkan kerusakan dan luka,'' ucap Anissullah.

Pihaknya juga akan memberikan sanksi tegas jika aturan itu dilanggar, mengingat dampak negatif yang ditimbulkan lebih banyak.

Terkait dengan dua korban luka, Kapolres mengatakan Asbiyan Maulanan kini sudah pulang dari perawatan di rumah sakit. Luka yang dideritanya ringan, yakni hanya lecet bagian kepala akibat kejatuhan genteng.

Sedangkan M Rifai kondisinya masih memerlukan penanganan serius. Ia direncanakan akan dirujuk ke RS di Malang.

''Yang kedua kemarin menderita lebih parah, terbakar 65 persen dan akan dirujuk ke RS di Malang. Korban terbakar diminta bawa satu ke dalam rumah pas di dalam tidak tahu pemicunya apa, sehingga terjadi ledakan. Di sana ada 30 buah bahan yang sama. Untuk pemicu ledakan kami belum tahu, saya kira terkena panas,'' katanya.

Hingga kini bangunan mushala dan TPQ Tarbiyatul Mudtadi'in Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar masih rusak. Warga diimbau tidak mendekat ke lokasi bangunan itu.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Diantar Pacar Tengah Malam dan Ngobrol Hingga Pukul 23.30 WIB, Biduan Ditemukan Tewas Waktu Subuh
GoNews Putrinya Minta Restu Menikah, Ayah Berikan Syarat Harus Bersedia Digauli, Begini Akibatnya
GoNews Pasca Ledakan Bom di Mapolrestabes Medan, Polisi Buru Seorang Pimpinan Pengajian
GoNews Istri Polisi Hilang 2 Hari, Ditemukan Waka Polres dalam Kamar Hotel bersama Polisi Lain
GoNews Dicabuli Kakek dan Sepupu Sejak SMP, Siswi Kelas II SMA Ini Kini Hamil 6 Bulan
GoNews Bus Sinar Jaya dan Arimbi Tabrakan di Tol Cipali, 7 Penumpang Tewas, Ini Identitas Korban
GoNews Kapolri: Bukan Rahasia Umum, Banyak Kapolres Minta Jatah Proyek, Nanti Saya Carikan Pemain Cadangan
GoNews Militer Israel Bombardir Pemukiman Warga Palestina, 22 Muslim Wafat dan 66 Terluka
GoNews Dijadikan PSK buat Bayar Utang, Diracun Suami Saat Hamil 8 Bulan
GoNews Menteri Keuangan Terbitkan Aturan Baru Tentang Iuran BPJS Kesehatan
GoNews Kapolsek Cempa Bersimpuh di Hadapan Massa untuk Selamatkan Nyawa Pekerja Tambang
GoNews Ditusuk Suami Berkali-kali, Wanita Hamil Tua ke Rumah Sakit Sendirian dalam Kondisi Berdarah-darah
GoNews Habib Rizieq Perlihatkan Surat Pencekalan, Imigrasi Mengaku Belum Tahu
GoNews Istri Berlumuran Darah dalam Kamar Mandi, Suami Ditemukan Tergantung di Kebun
GoNews MUI Pusat Dukung Imbauan MUI Jatim Agar Pejabat Jangan Ucapkan Salam Semua Agama, Ini Alasannya
GoNews Memalukan, Anggota Fraksi PSI Lemparkan Dokumen RAPBD ke Lantai Saat Rapat, Mengaku Spontanitas
GoNews MA India Putuskan Umat Hindu Boleh Bangun Kuil di Tempat Berdirinya Masjid Berusia 450 Tahun
GoNews Mengaku Anggota TNI, Kuli Bangunan Berhasil Kuras 3 Janda Luar Dalam
wwwwww