Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
Politik
13 jam yang lalu
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
2
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
DPR RI
8 jam yang lalu
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
3
Mendagri Minta Kepala Daerah Inovatif Jaga Perekonomian Daerah
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Mendagri Minta Kepala Daerah Inovatif Jaga Perekonomian Daerah
4
Vaksinasi: TNI-Polri Mengkoordinasi Kemenkes, Kemendikbud dan PMI
Kesehatan
7 jam yang lalu
Vaksinasi: TNI-Polri Mengkoordinasi Kemenkes, Kemendikbud dan PMI
5
Sosok Wasekjen PAN Irvan Herman, Pembela Mumtaz Rais saat Ribut di Pesawat dengan Wakil Ketua KPK
Politik
2 jam yang lalu
Sosok Wasekjen PAN Irvan Herman, Pembela Mumtaz Rais saat Ribut di Pesawat dengan Wakil Ketua KPK
6
Murid Sekolah Gratis BAZNAS Raih Medali Olimpiade Matematika Internasional
Pendidikan
6 jam yang lalu
Murid Sekolah Gratis BAZNAS Raih Medali Olimpiade Matematika Internasional

Gadaikan Istri Rp250 Juta, Hori Nekat Membunuh Setelah Gagal Menebusnya, Ternyata Salah Sasaran

Gadaikan Istri Rp250 Juta, Hori Nekat Membunuh Setelah Gagal Menebusnya, Ternyata Salah Sasaran
Hori Bin Suari (tengah), pria yang gadaikan istrinya Rp250 juta. (Dok. Polres Lumajang/kumparan)
Kamis, 13 Juni 2019 09:44 WIB
LUMAJANG - Hori bin Suari (43), warga warga Desa Jenggrong, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, nekat membunuh seseorang setelah gagal menebus istrinya yang digadaikan Rp250 juta.

''Pelaku mengakui bahwa pembunuhan ini telah direncanakan dengan motif agar utangnya menjadi hangus, serta mendapatkan kembali istrinya yang telah digadaikan,'' ungkap Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Rabu (12/6).

Semua bermula kala Hori meminjam uang senilai Rp250 juta kepada Hartono (40), warga Desa Sambo, sekitar satu tahun lalu. Sebagai jaminan, Hori menyerahkan istrinya, R (35), kepada Hartono.

Setelah satu tahun berlalu, Hori ingin menebus utangnya dengan memberikan sebidang tanah supaya istrinya bisa diambil kembali. Namun, Hartono meminta agar Hori mengembalikan utangnya dalam bentuk uang, bukan sebidang tanah.

Lantaran kecewa, Hori kemudian merencanakan pembunuhan terhadap Hartono. Hingga tiba saatnya ia melihat seseorang yang mirip Hartono, pelaku langsung membacok korban.

Namun Hori kaget karena yang dibacok ternyata orang lain yang bernama Muhammad Toha (34).

''Pelaku diancam hukuman penjara selama 20 tahun sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,'' ucap Hasran.***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ragam

wwwwww