Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Hukum
7 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
2
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
8 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
3
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
Politik
6 jam yang lalu
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
4
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
Politik
11 jam yang lalu
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
5
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
3 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
6
Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19
Politik
7 jam yang lalu
Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19

Tiga Guru di Serang Cabuli 3 Siswi dalam Lab Komputer Secara Bersamaan

Tiga Guru di Serang Cabuli 3 Siswi dalam Lab Komputer Secara Bersamaan
Ilustrasi korban pencabulan. (int)
Jum'at, 14 Juni 2019 09:23 WIB
SERANG - Tiga orang guru sekolah menengah di wilayah Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, dilaporkan ke ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang karena diduga menyetubuhi tiga siswinya.

Dikutip dari poskotanews.com, perbuatan bejat itu dilakukan ketiganya di Ruang Labolatorium (Lab) sekolah, pada 15 Maret 2019 sekitar pukul 10.00 atau di waktu jam istirahat sekolah.

Diperoleh keterangan, ketiga oknum guru itu berinisial MO, AD dan SA. Awalnya, ketiga korban masuk ke dalam ruangan labolatorium komputer. Di laboratorium itu ternyata ketiga oknum guru tersebut sudah ada.

Sebelum melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur, ketiga guru itu berpura-pura membahas persoalan mata pelajaran. Namun setelah beberapa menit berbincang, satu murid diajak oleh AD mencari posisi untuk melakukan persetubuhan.

Begitu pula dengan korban lain, bersama dengan SA mencari tempat melakukan hubungan seksual di dalam lab komputer.

Sementara, satu korban sempat menolak ajakan MO, namun MO memaksa korban dengan cara menarik tangan korban dan memaksa membuka pakaian dalamnya hingga terjadi persetubuhan.

Setelah kejadian itu, korban melarikan diri kabur dari dalam Lab Komputer. Setelah beberapa bulan terjadi, kasus pemerkosaan itu kemudian diketahui orangtuanya. Selanjutnya pada 11 Juni 2019, orangtua korban melapor ke Unit PPA Polres Serang.

Kasatreskrim Polres Serang AKP David Chandra Babega membenarkan adanya laporan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru terhadap siswinya. Kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

''Iya betul, nanti konfirmasi ke Kanitnya saja,'' katanya singkat kepada wartawan melalui pesan WhatsApp.***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:Ragam

wwwwww