Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Empat Pulau di Riau Terancam Tenggelam, DPR: Kedaulatan dan Keamanan Nasional Terancam
Lingkungan
20 jam yang lalu
Empat Pulau di Riau Terancam Tenggelam, DPR: Kedaulatan dan Keamanan Nasional Terancam
2
Pandemi Masih Berlangsung, Senayan Ingatkan soal Geopolitik
DPR RI
24 jam yang lalu
Pandemi Masih Berlangsung, Senayan Ingatkan soal Geopolitik
3
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
DPR RI
8 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
4
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
DPR RI
8 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
5
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
6
Telkomsel 'Mentahkan' Keluhan Denny Siregar soal Kebocoran Data
Peristiwa
21 jam yang lalu
Telkomsel Mentahkan Keluhan Denny Siregar soal Kebocoran Data

Tim Hukum Prabowo-Sandi Sebut Suara 01 Digelembungkan Lebih 20 Juta

Tim Hukum Prabowo-Sandi Sebut Suara 01 Digelembungkan Lebih 20 Juta
Kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto, membacakan materi gugatan dalam sidang perdana sengketa Pilpres 2019 di MK, Jumat (14/6). (bisnis.com)
Jum'at, 14 Juni 2019 15:23 WIB
JAKARTA - Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto, mengungkapkan, berdasarkan hasil hitung-hitungan tim teknologi informasi (TI) internal, diduga terjadi penggembosan suara untuk pasangan 02 dan penggelembungan suara pasangan 01.

Dikutip dari bisnis.com, dikatakan Bambang, suara 02 digembosi lebih dari 2.500.000, sedangkan suara 01 digelembungkan lebih 20.000.000.

''Sehingga perolehan sebenarnya untuk suara pasangan 01 sekitar 62.886.362 (48 persen) dan suara untuk pasangan 02 sekitar 71.247.792 (52 persen),'' katanya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (14/6/2019).

Bambang menjelaskan bahwa proses itu diduga dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi dengan ditemukannya indikasi proses rekayasa. Ini menurutnya sedari awal sudah didisain dengan komposisi atau target tertentu.

Berdasakan hasil analisis TI dan forensik tim Prabowo-Sandi atas sistem informasi hasil penghitungan suara KPU, ada kecurangan berupa penggelembungan suara di 25 provinsi.

Penggelembungan ini tersebar di beberapa provinsi di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi dan Bali, Nusa Tenggara Timur dan terjadi di lebih dari 400 kabupaten/kota.

''Jika dilihat dari besar jumlah suara, penggelembungan suara terbesar terjadi di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung,'' jelasnya.

Jika dilihat dari persentase suara penggelembungan pasangan 01 dibandingkan dengan kehadiran pemilih, maka penggelembungan terbesar terjadi di Provinsi Jawa tengah, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, Jambi, Kalimantan Selatan dan Bengkulu.

Sudah beberapa kali Prabowo-Sandi mengklaim kemenangan dengan jumlah Berbeda-beda. Awal mulai, Prabowo menyatakan diri menang 62 persen saat pemungutan suara baru selesai 6 jam.

Lalu pada revisi gugatan, Senin (10/6/2019) lalu kemenangan itu berubah, dengan perolehan 68.650.239 suara (52 persen) melawan Jokowi-Ma'ruf 63.573.169 suara (48 persen). Empat hari berselang naik sedikit jadi untuk pasangan 01 sebesar 62.886.362 (48 persen) dan suara sebesar 02 71.247.792 (52 persen).

Padahal, berdasarkan rekapitulasi KPU Jokowi-Ma'ruf meraup 85.607.362 suara (55,50 persen) dan Prabowo-Sandi meraup 68.650.239 suara (44,50 persen).***

Editor:hasan b
Sumber:bisnis.com
Kategori:Ragam

wwwwww