Loading...    
           

Kasus Suami Gadaikan Istri Rp250 Juta, Lasmi Ternyata Bukan Istri Sah Hori, Pelaku Juga Pernah Jual Anaknya Rp500 Ribu

Kasus Suami Gadaikan Istri Rp250 Juta, Lasmi Ternyata Bukan Istri Sah Hori, Pelaku Juga Pernah Jual Anaknya Rp500 Ribu
Lasmi, wanita yang digadaikan suaminya (tengah) dan Hartono (kanan). (kumparan.com)
Sabtu, 15 Juni 2019 09:17 WIB
LUMAJANG - Hori bin Suwari (43) warga Lumajang, Jawa Timur, mendadak populer gara-gara membunuh Muhammad Toha (34). Pembunuihan itu bermula dari tidakan Hori menggadaikan istrinya, Lasmi (35), kepada Hartono (40).

Dikutip dari kumparan.com, Hori awalnya meminjam uang Rp250 juta kepada Hartono, sekitar satu tahun lalu. Sebagai jaminan, Hori menyerahkan wanita yang diakui istrinya, Lasmi, kepada Hartono.

Lantaran ingin segera kembali berkumpul dengan istrinya, Hori kemudian ingin menebus utangnya dengan memberikan sebidang tanah. Namun hal itu ditolak Hartono yang menginginkan uang tunai. Hori pun merencanakan pembunuhan terhadap Hartono. Harapannya utang-utangnya hangus dan istri kembali ke pelukannya.

Berikut fakta-fakta dari kasus ini yang berhasil dirangkum:

Salah Bunuh Orang

Hori yang ingin mengambil jalan pintas menghilangkan utangnya nekat melakukan aksi pembunuhan. Akan tetapi, bukan Hartono yang meregang nyawa. Hori salah bunuh orang.

Korban yang dibunuh Hori bernama Muhammad Toha. Kesalahan itu terjadi karena Hori melihat korban mirip dengan Hartono. Hori baru menyadari usai membacok korban hingga tewas.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, wajah Muhammad Toha dan Hartono memang memiliki kesamaan. Korban juga memiliki hubungan keluarga dengan pelaku. Namun tak dijelaskan, seperti apa hubungan keluarga antara korban dan pelaku

Hori dan Lasmi Bukan Suami-Istri Sah

Polisi sudah meminta keterangan dari Hartono dan Lasmi. Berdasarkan pengakuan keduanya, diketahui ternyata Lasmi dan Hori bukan pasangan suami dan istri sah.

Mereka tinggal bersama di area perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara, hingga mempunyai seorang anak yang kini berusia tujuh tahun.

Sedangkan Hartono dan Hori merupakan teman sekampung yang pernah sama-sama mengadu nasib di Malaysia sebagai kuli bangunan. Namun, Hori hanya bertahan empat bulan dan memilih pulang kampung karena ingin berbisnis kayu sengon.

Hartono Pinjamkan Uang ke Hori Secara Bertahap

Hartono yang mendengar Hori ingin berbisnis kayu sengon memberikan pinjaman sebesar Rp10 juta. Akan tetapi, dalam kurun waktu tertentu Hartono yang masih di Malaysia tak mendapatkan kabar bisnis kayu sengon dari Hori.

Hartono kaget setelah balik ke Lumajang, ternyata bisnis yang dijalankan oleh Hori tak berjalan mulus. ''Setelah itu (Hori) pinjam lagi untuk (usaha) udang,'' ujar Hartono kepada polisi.

Untuk membuat Hartono meminjamkan duit, Hori mengirim foto seorang perempuan yang disebutnya bernama Kholifah. Selama dua tahun, Kholifah dan Hartono menjalin komunikasi melalui telepon.

Selama itulah Hartono terus mengucurkan duit pinjaman ke Hori yang totalnya mencapai Rp250 juta untuk bisnis udang. Belakangan diketahui ternyata Kholifah itu adalah Lasmi.

Hori Hobi Judi Sabung Ayam

Tujuh bulan yang lalu, Lasmi dan Hartono bertemu di Lumajang. Hartono kaget karena ternyata Lasmi adalah pasangan Hori. Sebelumnya, Hori sama sekali tidak pernah bercerita tentang Lasmi.

Karena, menurut Hartono, Hori diketahui sudah menikah dan punya anak yang berusia 13 tahun.

Beberapa bulan setelah bertemu Lasmi, tepatnya April 2019, Hartono menikahi Lasmi. Dia berani menikahi Lasmi karena ingin membebaskan wanita 35 tahun itu dari belenggu pasangannya yang hobi bermain judi sabung ayam.

Hori Pernah Jual Anaknya Rp500 Ribu

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, Hori ternyata pernah menjual bayinya yang masih berusia 10 bulan. Hal itu diungkapkan Lasmi saat menjalani pemeriksaan.

''Lasmi mengatakan bahwa Hori pernah menjual anaknya senilai Rp500 ribu,'' ujar Arsal, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (14/6).

Hori menjual anak dari hasil hubungannya dengan Lasmi itu sekitar 6 tahun lalu saat di Medan. Lasmi tidak tahu anaknya itu dijual. Dia baru mengetahui dari sejumlah orang terdekat. Menurut penuturan Lasmi, kata Arsal, Hori menjual darah dagingnya itu untuk menutupi utang judinya.***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
wwwwww